Friday, October 24, 2008

Prakataku

Karya besar dalam hidupku. Segenap tenaga dan pikiran saya curahkan untuk membangun kerajaan untuk keluargaku. Bersama Bapak, aku membanting tulang siang dan malam bekerja demi memenangkan ego yang sempat terkubur dalam berbisnis. Bermula bermodalkan 60 juta, kami berjuang memajukan perusahaan ini, Tapi sayang, mereka mencoba merebut semuanya.... dengan egonya pula.
Blog ini sebagai curahan pengalaman dan ilmu dalam menciptakan sebuah MasterPiece yang takkan mudah untuk di capai. Dengan blog ini pula, Ilmu dan Pengalaman ini akan berbagi dan rasa ingin menjadi orang yang berguna dan memberikan kebaikan dalam hidup.
Akhir dari perjuangan melawan noktah...
Campuran ini benar-benar murni dan di sajikan dalam dua versi. Versi yang pertama dalam teks aslinya dan kedua dalam versi prosentase. Versi kedua ini memberikan kemudahan dalam riset dan campuran berjumlah kecil.
Blog ini sengaja saya buat untuk lebih memahami seluk beluk rokok. Cara pembuatan, alat dan bahan penolong yang harus di siapkan, kalkulasi, komposisi tembakau dan komposisi lengkap chaos, sejarah rokok dan bagaimana rokok bermula dan pro-kontra yang terjadi saat ini.
Blog ini sangat membantu bagi anda perokok aktif maupun perokok pasif untuk mengetahui bahan yang di gunakan dalam rokok anda memutuskan sebagai perokok aktif atau pasif juga pengusaha-pengusaha rokok sebagai bahan inspirasi mengenai rasa baru, unik dan menjanjikan karena serangkaian rumus dan kalkulasi ini telah terbukti dapat di terima dan di minati oleh masyarakat dan pernah mencapai total penjualan 2000 bal perhari atau 400.000 pak perhari atau 4.800.000 batang perhari karena kualitas campuran yang balance, bermutu dan tidak meninggalkan aroma asli tembakau.
Di sini ada pula halaman info rokok- rokok yang layak anda jual karena secara pribadi telah lulus uji secara pribadi maupun team dan dapat diperkirakan di terima oleh kalangan masyarakat, info ini untuk memberikan info untuk para marketer dan agen yang ingin mencoba berbisnis di jalur ini.
Blog inipun dapat membantu anda menilai dan memahami bagaimana rokok di ciptakan, lebih banyak maslahat atau manfaatkah rokok. Anda yang memutuskan dan menilainya.
Satu pertanyaan penting... mengapa komposisi ini tidak pernah ada bahkan tidak akan pernah ada di dunia maya sekalipun? padahal begitu banyak pabrik rokok yang ada di Indonesia?
Ya.. karena kompisisi ini sangat rahasia,dan harganya mahal, jika anda benar-benar menekuni, memahami dan mengikuti langkah demi langkah sesuai yang saya tulis, tentunya anda dapat menjadi pengusaha baru di bidang ini.
Pro kontra yang terjadi di dunia yang satu ini terus mengalami tekanan dari pemerintah. kebebasan untuk merokokpun semakin di persempit di setiap kota. hak azasi seperti apa yang mesti di dahulukan? kebebasan merokok atau kebebasan mendapatkan udara bersih?
Jenis-jenis rokok apa saja yang ada di Indonesia menurut pengelompokkannya.

Blog selengkapnya telah saya persiapkan dan siap untuk OnLine, tetapi saya ingin anda yang memutuskan, apakah layak atau tidak rumus-rumus ini saya sajikan dengan gratis dan transparan... Blog sebenarnya akan OnLine setelah ada 100 orang pemberi komentar di Klik disini.
Semoga dapat bermanfaat untuk semua pihak....

Jenis Rokok

Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi rokok, proses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada rokok.
Rokok berdasarkan bahan pembungkus.
• Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.
• Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.
• Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas
• Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.
Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.
• Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
• Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan menyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
Rokok berdasarkan proses pembuatannya.

• Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu sederhana.

• Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya, material rokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat rokok. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok batangan. Saat ini mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar enam ribu sampai delapan ribu batang rokok per menit. Mesin pembuat rokok, biasanya, dihubungkan dengan mesin pembungkus rokok sehingga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa rokok batangan namun telah dalam bentuk pak. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran berupa rokok dalam pres, satu pres berisi 10 pak. Sayangnya, belum ditemukan mesin yang mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan diameter ujung SKT. Pada SKM, lingkar pangkal rokok dan lingkar ujung rokok sama besar.

Rokok berdasarkan penggunaan filter.
• Rokok Filter (RF): rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus.
• Rokok Non Filter (RNF): rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.

Cerutu adalah gulungan utuh daun tembakau yang dikeringkan dan difermentasikan, yang – mirip dengan rokok – salah satu ujungnya dibakar dan asapnya dihisap oleh mulut melalui ujung lainnya. Tembakau untuk cerutu terutama dibudidayakan di negara-negara seperti Brasil, Kamerun, Kuba, Republik Dominika, Honduras, Indonesia, Meksiko, Nikaragua, dan Amerika Serikat dengan cerutu dari Kuba dianggap merupakan ikon untuk cerutu.





Pro Kontra

Tar dan Nikotin
Tar adalah total material dari asap rokok, yang terdiri dari partikel-partikel kecil dikurangi air dan nikotin, yang terkumpul oleh sebuah filter pad dari cara pengetesan mesin yang diharuskan oleh komisi perdagangan federal, FTC. Tar seringkali disebut sebagai substan yang 'jelek' yang diasosiasikan kepada resiko kesehatan dari merokok. Nikotin adalah zat alkaloid yang ada secara natural di tanaman tembakau dan merupakan konstituen asap tembakau. Nikotin juga didapati pada tanaman-tanaman lain dari famili biologis Solanacea seperti tomat, kentang, terong dan merica hijau pada level yang sangat kecil dibanding pada tembakau. Zat alkaloid telah diketahui memiliki sifat farmakologi, seperti efek stimulan dari kafein yang meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Penambahan konsentrasi dan pengurangan stres adalah efek paling umum dari merokok yang dilaporkan banyak perokok. Efek dari nikotin itulah yang dipercayai sebagai penyebab kecanduan rokok yang mempengaruhi sistem pusat saraf.
Sejak keberadaan pengetahuan ini mengenai rokok, sejak beberapa dekade yang lalu dunia telah berusahan untuk mengurangi kadar tar dan nikotin untuk menciptakan rokok yang lebih aman. Beberapa perusahaan telah mengadopsi teknologi terbaru dalam usaha mengurangi kadar tar dan nikotin di dalam produk kami. Cara yang paling umum saat ini dalam pengurangan kadar tar dan nikotin adalah melalui ventilasi kertas rokok dan filter yang juga pada kertas tipping.

Masalah Kesehatan

Resiko kesehatan yang diasosiasikan dengan merokok didefinisi utama oleh studi analisis statistik yang menunjukkan bahwa sebuah kelompok orang yang merokok pada jangka waktu lebih lama dan lebih banyak batang rokok per harinya memiliki kemungkinan yang tinggi terkena penyakit yang berhubungan dengan merokok. Mengurangi merokok dan berhenti merokok mengurangi kemungkinan terkenanya penyakit yang berhubungan dengan merokok dari kelompok orang tadi. Bagaimanapun juga studi statistik tadi tidak dapat memprediksikan apa yang akan terjadi kepada perseorangan pribadi yang merokok, karena ada kasus-kasus dimana seseorang telah merokok sejak usia muda hingga usia lanjut dan tidak terkena masalah kesehatan yang berhubungah dengan merokok. Tetapi hampir semua pakar kesehatan menganjurkan untuk tidak merokok.
Satu-satunya cara untuk menghindari masalah kesehatan dari merokok adalah dengan tidak merokok.
Beberapa penyakit yang paling umum sehubungan dengan merokok.
• Kanker paru-paru
• Kanker bibir, rongga mulut dan faring
• Penyakit penyumbatan kronis saluran pulmonari (COPD)
• Penyakit jantung koroner (CHD)


Tembakau Hasilkan Protein Anti-Kanker

Tembakau tak selalu berkonotasi negatif sebagai penyebab kanker. Ternyata tanaman ini dapat pula menghasilkan protein anti-kanker yang berguna bagi penderita kanker. Itu kata peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), DR Arief Budi Witarto. Proposal penelitian soal inilah yang membawa Doktor Bioteknologi dari Fakultas Teknik, Tokyo University of Agriculture and Technologi, Jepang itu meraih penghargaan dari Badan riset Jerman DAAD dan Fraunhofer di Jakarta.

Dalam usulan risetnya itu ia mencoba untuk memproduksi protein penting Growth Colony Stimulating Factor (GCSF) dengan menggunakan tanaman tembakau (Nicotina spp., L.) lokal dari varietas yang paling sesuai genjah kenongo dari 18 varietas lokal yang ditelitinya. Tanaman tembakau ini tidak diambil daunnya untuk memproduksi rokok, tetapi dimanfaatkan sebagai reaktor penghasil protein GCSF, suatu hormon yang menstimulasi produksi darah.

Protein dibuat oleh DNA dari tubuh kita, lalu DNA yang dimaksud dimasukkan ke tembakau melalui bakteri. Begitu masuk, tumbuhan ini akan membuat protein sesuai DNA yang dimasukkan. Kalau tumbuhan ini sudah panen, akan diperoleh cairannya berupa protein. Selain untuk protein anti-kanker, GCSF juga dapat menstimulasi perbanyakan sel tunas (stem cell) yang bisa dikembangkan untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh yang sudah rusak.

Mana yang bener ya?

Sejarah Rokok

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.

Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat menyebabkan kecanduan, disamping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, dan emfisema.
Blom Ada Judul
Saat ini bisnis rokok makin semarak dan ramai. Terlebih lagi banyak bermunculan merek-merek baru dan persaingan ketat melalui berbagai macam media baik cetak maupun elektronik. Rokok itu sendiri banyak penikmatnya, dari kelas bawah hingga kelas eksekutif. Rokok memiliki banyak fungsi, bisa sebagai eksklusifitas atau hanya sekedar bahasa pergaulan saja. Rokok itu sendiri ada 2 kategori dan beberapa jenis, Kategori kretek dan non kretek. Kretek sendiri pun non filter dan dengan filter. Kretek yang non filter masih terbagi dari yang tingwe (lintingan sendiri)tanpa saus tambahan, cerutu, klobot dan lintingan mesin dengan tambahan saus cengkeh. Sedangkan kretek ini masih terbagi tanpa filter (langsung tembakau) dan dengan filter semacam gabus yang berfungsi menyaring nikotin dari pembakaran tembakau dan cengkeh. Sedang non kretek adalah rokok dengan tembakau essen (buatan) nikotinnya rendah tetapi tarnya yang tinggi. Contohnya Marlboro, Lucky Strike dan dunhill masih banyak yang lainnnya.

Sejarah rokok kretek

Rokok kretek masih anonim dimana pengertian secara spesifik belum ada, tetapi sebagian masyarakat menganggap bahwa rokok kretek itu menggunakan tembakau asli yang dikeringkan dipadukan dengan cengkeh sehingga ketika dihisap bunyi suara kretek2, yang menjadikan simbol kenikmatan penikmat rokok. Berbeda dengan rokok yang menggunakan tembakau buatan, tidak ada suara dan baunya juga agak keras. Masyarakat sudah memiliki anggapan sendiri. Jenis Cerutu merupakan simbol rokok kretek yang luar biasa, semuanya alami tanpa ada campuran apapun, dan pembuatannya tidak bisa menggunakan mesin. Masih manual tangan pengrajin. Disinilah letak kepuasan tersendiri. Untuk lebih jauh ulasan tentang sejarah perkretekan di Indonesia bermula dari kota kudus…
Kisah kretek bermula dari kota Kudus. Tak jelas memang asal usul yang akurat tentang rokok kretek. menurut kisah yang hidup dikalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar 1870-1880-an. Awalnya, penduduk asli kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Ia lalu mengoleskan minyak cengkeh. Sakitnya reda. Djamari lantas bereksperimen merajang cengkeh dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.
Kala itu melinting rokok sudah menjadi kebiasaan kaum pria. Djamari melakukan modifikasi dengan mencampur cengkeh. Setelah rutin menghisap rokok ciptaannya. Djamari merasa sakitnya hilang. Ia mewartakan penemuan ini kepada kerabat dekatnya. Berita ini menyebar cepat. Permintaan "rokok obat" ini pun mengalir.
Djamari melayani banyak permintaan rokok cengkeh. Lantaran ketika dihisap, cengkeh yang terbakar mengeluarkan bunyi "kemeretek", maka rokok temuan Djamari ini dikenal dengan "rokok kretek". Awalnya, kretek ini dibungkus "klobot" atau daun jagung kering. Dijual per ikat dimana setiap ikat terdiri dari 10 , tanpa selubung kemasan sama sekali.
Rokok kretek kian dikenal. Namun tak begitu dengan penemunya Djamari diketahui meninggal pada 1890. Siapa dia dan asal-usulnya hingga kini masih remang-remang. Hanya temuannya itu yang terus berkembang. Sepuluh tahun kemudian, penemuan Djamari menjadi dagangan memikat di tangan Nitisemito, perintis industri rokok di Kudus.
Bisnis rokok dimulai oleh Nitisemito pada 1906 dan pada 1908 usahanya resmi terdaftar dengan merek "Tjap Bal Tiga". Bisa dikatakan langkah Nitisemito itu menjadi tonggak tumbuhnya industri rokok kretek di Indonesia.
Beberapa babad legenda yang beredar di Jawa, rokok sudah dikenal sudah sejak lama. Bahkan sebelun Haji Djamari dan Nitisemito merintisnya. Tercatat dalam Kisah Roro Mendut, yang menggambarkan seorang putri dari Pati yang dijadikan istri oleh Tumenggung Wiroguno, salah seorang panglima perang kepercayaan Sultan Agung menjual rokok "klobot" (rokok kretek dengan bungkus daun jangung kering) yang disukai pembeli terutama kaum laki-laki karena rokok itu direkatkan dengan ludahnya.
Awal usaha Kretek
Nitisemito sendiri seorang buta huruf, dilahirkan dari rahim Ibu Markanah di desa Janggalan dengan nama kecil Rusdi. Ayahnya, Haji Sulaiman adalah kepala desa janggalan. Pada usia 17 tahun ia mengubah namanya menjadi Nitisemito. Pada usia ini, ia merantau ke Malang, Jawa Timur untuk bekerja sebagai buruh jahit pakaian. Usaha ini berkembang sehingga ia mampu menjadi pengusaha konfeksi. Namun beberapa tahun kemudian usaha ini kandas karena terlilit hutang. Nitisemito pulang kampung dan memulai usahanya membuat minyak kelapa, berdagang kerbau namun gagal. Ia kemudian bekerja menjadi kusir dokar sambil berdagang tembakau. Saat itulah dia berkenalan dengan Mbok Nasilah, pedagang rokok klobot di Kudus.
Mbok Nasilah, yang juga dianggap sebagai penemu pertama rokok kretek, menemukan rokok kretek untuk menggantikan kebiasaan nginang pada sekitar tahun1870.
Di warungnya, yang kini menjadi toko kain Fahrida di Jalan Sunan Kudus, Mbok nasilah menyuguhkan rokok temuannya untuk para kusir yang sering mengunjungi warungnya. Kebiasaan nginang yang sering dilakukan para kusir mengakibatkan kotornya warung Mbok Nasilah, sehingga dengan menyuguhkan rokok, ia berusaha agar warungnya tidak kotor.
Pada awalnya ia mencoba meracik rokok. Salah satunya dengan menambahkan cengkeh ke tembakau. Campuran ini kemudian dibungkus dengan klobot atau daun jagung kering dan diikat dengan benang. Rokok ini disukai oleh para kusir dokar dan pedagang keliling. Salah satu penggemarnya adalah Nitisemito yang saat itu menjadi kusir.
Nitisemito lantas menikahi Nasilah dan mengembangkan usaha rokok kreteknya menjadi mata dagangan utama. Usaha ini maju pesat. Nitisemito memberi label rokoknya "Rokok Tjap Kodok Mangan Ulo" (Rokok Cap Kodok makan Ular). Nama ini tidak membawa hoki malah menjadi bahan tertawaan. Nitisemito lalu mengganti dengan Tjap Bulatan Tiga. Lantaran gambar bulatan dalam kemasan mirip bola, merek ini kerap disebut Bal Tiga. Julukan ini akhirnya menjadi merek resmi dengan tambahan Nitisemito (Tjap Bal Tiga H.M. Nitisemito).
Bal Tiga resmi berdiri pada 1914 di Desa Jati, Kudus. Setelah 10 tahun beroperasi, Nitisemito mampu membangun pabrik besar diatas lahan 6 hektar di Desa jati. Ketika itu, di Kudus telah berdiri 12 perusahaan rokok besar, 16 perusahaan menengah, dan tujuh pabrik rokok kecil (gurem). Diantara pabrik besar itu adalah milik M. Atmowidjojo (merek Goenoeng Kedoe), H.M Muslich (merek Delima), H. Ali Asikin (merek Djangkar), Tjoa Khang Hay (merek Trio), dan M. Sirin (merek Garbis & Manggis).
Sejarah mencatat Nitisemito mampu mengomandani 10.000 pekerja dan memproduksi 10 juta batang rokok per hari pada tahun 1938. Kemudian untuk mengembangkan usahanya, ia menyewa tenaga pembukuan asal Belanda. Pasaran produknya cukup luas, mencakup kota-kota di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan bahkan ke Negeri Belanda sendiri. Ia kreatif memasarkan produknya, misalnya dengan menyewa pesawat terbang Fokker seharga 200 gulden saat itu untuk mempromosikan rokoknya ke Bandung dan Jakarta
Ambruknya rokok kretek Bal Tiga dan Munculnya Pesaing
Hampir semua pabrik itu kini telah tutup. Bal tiga ambruk karena perselisihan diantara para ahli warisnya. Munculnya perusahaan rokok lain seperti Nojorono (1940), Djamboe Bol (1937), Djarum (1950), dan Sukun, semakin mempersempit pasar Bal Tiga ditambah dengan pecahnya Perang Dunia II pada tahun 1942 di Pasifik, masuknya tentara Jepang, juga ikut memperburuk usaha Nitisemito. Banyak aset perusahaan yang disita. Pada tahun 1955, sisa kerajaan kretek Nitisemito akhirnya dibagi rata pada ahli warisnya.
Ambruknya pasaran Bal Tiga disebut sebut juga karena berdirinya rokok Minak Djinggo pada tahun 1930. Pemilik rokok ini, Kho Djie Siong, adalah mantan agen Bal Tiga di Pati, Jawa Tengah. Sewaktu masih bekerja pada Nitisemito, Kho Djie Siong banyak menarik informasi rahasia racikan dan strategi dagang Bal Tiga dari M. Karmaen, kawan sekolahnya di HIS Semarang yang juga menantu Nitisemito.
Pada tahun 1932, Minak Djinggo, yang penjualannya melesat cepat memindahkan markasnya ke Kudus. untuk memperluas pasar, Kho Djie Siong meluncurkan produk baru, Nojorono. Setelah Minak Djinggo, muncul beberapa perusahaan rokok lain yang mampu bertahan hingga kini seperti rokok Djamboe Bol milik H.A. Ma'roef, rokok Sukun milik M. Wartono dan Djarum yang didirikan Oei Wie Gwan.
Perusahaan rokok kretek Djarum berdiri pada 25 Agustus 1950 dengan 10 pekerja. Oei Wie Gwan, mantan agen rokok Minak Djinggo di Jakarta ini, mengawali bisnisnya dengan memasok rokok untuk Dinas Perbekalan Angkatan Darat. Pada tahun 1955, Djarum mulai memperluas produksi dan pemasarannya. Produksinya makin besar setelah menggunakan mesin pelinting dan pengolah tembakau pada tahun 1967.
Di era keemasan Minak Djinggo dan di ujung masa suram Bal Tiga, aroma bisnis kretek menjalar hingga ke luar Kudus. Banyak juragan dan agen rokok bermunculan. Di Magelang, Solo dan Yogyakarta, kebanyakan pabrik kretek membuat jenis rokok klembak. Rokok ini berupa oplosan tembakau, cengkeh dan kemenyan.
Perkembangan industri kretek di daerah di pulau Jawa
Kretek juga merambah Jawa Barat. Di daerah ini pasaran rokok kretek dirintis dengan keberadaan rokok kawung, yakni kretek dengan pembungkus daun aren. Pertama muncul di Bandung pada tahun 1905, lalu menular ke Garut dan Tasikmalaya. Rokok jenis ini meredup ketika kretek Kudus menyusup melalui Majalengka pada 1930-an, meski sempat muncul pabrik rokok kawung di Ciledug Wetan.
Sedangkan di Jawa Timur, industri rokok dimulai dari rumah tangga pada tahun 1910 yang dikenal dengan PT. HM Sampoerna. Tonggak perkembangan kretek dimulai ketika pabrik-pabrik besar menggunakan mesin pelinting. Tercatat PT. Bentoel di Malang yang berdiri pada tahun 1931 yang pertama memakai mesin pada tahun 1968, mampu menghasilkan 6000 batang rokok per menit. PT. Gudang Garam, Kediri dan PT HM Sampoerna tidak mau ketinggalan, begitu juga dengan PT Djarum, Djamboe Bol, Nojorono dan Sukun di Kudus.
Kini terdapat empat kota penting yang menggeliatkan industri kretek di Indonesia; Kudus, Kediri, Surabaya dan Malang. Industri rokok di kota ini baik kelas kakap maupun kelas gurem memiliki pangsa pasar masing masing. Semua terutama pabrik rokok besar telah mencatatkan sejarahnya sendiri. Begitu pula dengan Haji Djamari, sang penemu kretek. Namun riwayat penemu kretek ini masih belum jelas. Dan kisahnya hidupnya hanya deketahui di kalangan pekerja pabrik rokok di Kudus.


Museum Kretek adalah nama sebuah museum yang terletak di Kudus, Jawa Tengah. Museum kretek didirikan bertujuan untuk menunjukan bahwa kretek berkembang sangat pesat di tanah jawa khususnya di kota kudus. Di museum ini diperkenalkan mulai dari sejarah tentang kretek hingga proses produksi rokok kretek, mulai dari pembuatan secara manual sampai menggunakan teknologi modern.
Museum Kretek merupakan satu-satunya museum rokok di Indonesia. Di sana juga bisa ditemukan siapa saja tokoh-tokoh yang berperan besar dalam memajukan bisnis rokok di Indonesia.
Bangunan dan lokasi
Bangunan Museum Kretek yang berdiri di atas areal seluas 2 hektar ini terbilang sangat indah dan megah. Di depannya ada dua bangunan terpisah berasitektur rumah adat Kudus dan surau gaya Kudus. Interior Museum dipenuhi dengan patung-patung dan berbagai macam perlengkapan pembuatan rokok. Patung-patung yang apik itu adalah hasil karya seniman-seniman Kudus, khususnya dari kalangan pendidik.
Lokasi Museum ini tak terlalu sulit untuk dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun umum. Kota Kudus terletak 50 km timur Semarang, paling tidak bisa menghabiskan waktu kurang dari satu jam dari Semarang.


Lokasi
• Museum Kretek, museum yang terletak di Kudus.
• Kretek /krɛtɛk/, nama kecamatan di Bantul.
• Kretek, nama desa di Paguyangan, Brebes.
• Kretek, nama desa di Rowokele, Kebumen


Dari BOKORMAS
Sejarah
Segala sesuatu yang berhubungan dengan sigaret atau rokok selalu kembali ke tembakau sebagai bahan baku utamanya. Tetapi berbeda dari belahan dunia lain, ada sebuah jenis rokok yang 'berbeda'. Berasal dari Indonesia, dengan menggunakan campuran tembakau dan cengkeh, jenis rokok yang berbeda ini disebut 'kretek'. Nama itu, kretek, secara harafiah berarti bunyi kretek-kretek yang memang terjadi apabila orang merokok rokok kretek ini. Bunyi kretek itu disebabkan oleh tambahan cengkeh. Ide untuk mencampurkan cengkeh ke dalam rokok berawal pada akhir abad ke 18 oleh seseorang bernama H.Jamhari.
Saat itu ia sedang merasa sakit di dadanya dan diolesinya minyak cegkeh sehingga ia merasa lebih baik. Kemudian ia mempunyai ide untuk menambahkan cengkeh ke rokoknya karena khasiat cengkeh yang ia rasakan. Secara ajaib ia merasakan bahwa sakit dadanya kian lebih membaik karena rokok kreasinya. Sejak saat itu banyak orang mendengar mengenai rokok ajaib ini dan permintaan rokok kretekpun tercipta, hingga saat sekarang pasar rokok Indonesia didominasi oleh rokok kretek. Lepas dari cerita kretek, cerita mengenai sejarah rokok itu sendiri sangat menarik. Tidak mungkin dapat dikatakan kapan tembakau mulai dirokok, Tetapi yang pasti tembakau ditanam oleh suku Maya di Amerika Tengah dan dirokok pada upacara keagamaan. Kebiasaan ini mungkin berawal dari situ, terus ke utara ke Mexico dan peninsula Yucatan.
Tembakau, daun dari tanaman Nicotana Tabacum, datang di Eropa dari peninsula Yucatan di Mexico pada tahun 1558. Penjelajah awal Dunia Baru, Seseorang berkebangsaan Perancis yang mempopulerkan tembakau, Jean Nicot (1530-1600), dan dari zat yang bernama nikotin yang ditemukan di semua tembakau. Pada waktu itu tembakau dirokok dengan menggunakan pipa, cara yang diadopsi dari orang asli Amerika. Tidak sebelum perang Peninsula (1806-12) di Eropa, ketika merokok dalam bentuk cerutu mulai digemari.
Pembuatan cerutu dimulai di Inggris pada tahun 1820 dan pada saat yang bersamaan, sigaret muncul sebagai alternatif yang terjangkau dari cerutu. Tetapi tidak sebelum mesin pembuatan rokok diperkenalkan pada abad ke 19 ketika merokok sigaret menjadi populer.





Bahan Penolong

Seperti disinggung sebelumnya, kretek adalah rokok dengan campuran tembakau dan cengkeh. Tetapi terlepas dari bahan baku utamanya, ada beberapa bahan lain yang menjadikan sigaret kretek itu yang sebut bahan-bahan penolong.
Bahan penolong ini bisa di dapat dari penyedia bahan rokok dan percetakan.
Bahan-bahan tersebut adalah :
• Kertas ambri
Kertas ambri atau kertas rokok, yang merupakan bahan pembungkus campuran tembakau dan cengkeh BSP (Bahan Siap Campur). yang membentuk batang rokok. Kertas ini terbuat dari selulose dan bisa menggunakan zat tambahan untuk menjaga warna putih, membentuk abu yang baik dan menjaga pembakaran yang baik. Pelekat sideseam, yang merupakan pelekat kertas rokok yang digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. Kertas ambri ini sangat di perlukan untuk semua jenis rokok kecuali Rokok Klobot yang pembungkusnya terbuat dari daun jagung dan Cerutu yang pembungkusnya dari daun tembakau yang di keringkan. biasanya di antara ujung hisap dan badan rokok terdapat cap khas masing-masing pabrik.

Ukuran kertas ambri untuk kretek Disesuaikan dengan ukuran batang rokok tetapi hanya selisih beberapa millimeter antar pabrikan kretek. Beberapa pabrik ternama, untuk daerah bakar batangan terdapat logo atau tulisan khas perusahaan masing-masing, tulisan tersebut sangat samar sekali dengan cara di emboss sehingga menambah penampilan yang menarik. Karena system emboss harus dengan minimum order dan Semakin pesatnya teknologi percetakan, beberapa pabrik menengah dan kecil menghiasi kertas ambri tersebut dengan tinta food great yang penampilannya akan lebih bagus dan mirip di emboss.
Dalam satu batang rokok di perlukan 1 lembar kertas ambri.

• Kertas Tipping
Kertas ini sebagai pembungkus Filter yang terdapat dalam rokok jenis filter, baik filter leguler maupun jenis mild. Tipping ini berbentuk roll panjang kurang lebih 6000 meter dalam satu rol.Jika dalam rokok Kretek Ambri biasanya di celup dalam komposisi chaos khusus ambri Tapi di Roll tipping filterini sudah ada yang manis dari pabriknya. Tiping khusus rokok mild saat ini terdapat bolong yang sangat kecil yang berfungsi untuk fentilasi agar supaya tar dan nikotin yang terhisap akan jauh lebih kecil. Dalam salah satu rokok mild terkenal dengan nama Laser. Jendela ini yang akan mendukung mengurangi kadar tar dan nikotin yang terhisap selain tembakau olahan yang memang sudah kadar nikotin rendah. Kertas tipping, yang merupakan kertas pembungkus filter yang menjangkau sampai ke batang rokok. Kertas tiping merupakan pengikat antara batang rokok dan batang filter, terbuat dari fiber selulose dan mungkin dilapisi oleh zat kimia. Pelekat juga digunakan untuk melekatkan kertas tipping ke batang filter dan batang rokok. Tinta monogram, yang digunakan untuk mencantumkan merek rokok.Ada beberapa produk yang mereknya dicantumkan di kertas tipping dan ada juga beberapa yang di kertas rokok.
Dalam satu batang rokok di perlukan 1 potong kertas tipping.

• Filter
Filter, yang dihubungkan ke batang rokok untuk menangkap sebagian partikel yang ada di asap rokok sehingga mengurangi kadar tar dan nikotin di asap rokok yang dihisap, seperti yang diukur oleh standar tes mesin rokok. Filter itu sendiri terbagi dari empat bagian, tow (rangkaian selulose asetat sebagai badan filter), plasticizer (zat pelunak untuk mengikat filter), plug wrap (kertas pembungkus fiber filter) dan pelekat (sebagai pelekat plug wrap).
Filter adalah penyaring yang utama yang terdapat dalam ujung sedot rokok berjenis kretek filter, Mild maupun putihan. Ini yang membedakan antara rokok kretek, klobot, cerutu dengan rokok jenis filter. Mungkin anda bisa bayangkan perbedaan kadar tar nikotin yang terdapat dalam asap rokok jenis kretek dengan rokok jenis filter. Dalam satu batang rokok di perlukan 1 potong filter.

• Grenjeng atau Alumunium Foil
Kertas ini selain untuk penampilan juga berfungsi untuk melindungi aroma rokok agar tidak cepat hambar dan lembab. Tapi tidak semua rokok memakainya dengan alasan masing-masing.
Contoh rokok yang memakai alumunium foil ini adalah Sampoerna Hijau. Sedangkan untuk rokok yang tidak memakainya adalah 234. Alumunium foil di pakai oleh semua jenis rokok filter baik Filter Mild maupun Filter Reguler.
Dalam satu bungkus rokok memerlukan satu lembar Alumunium Foil.


• Plastik Dalam
Plastik ini berfungsi seperti kertas grenjeng,untuk mengamankan batang rokok dari lembab air juga untuk membungkus aroma agar tidak cepat hambar. Plastikini dapat di pakai sebagai alternative selain grenjeng. Contoh pemakai plastic ini adalah Djarum 76, Sejati dll.
Dalam satu bungkus rokok memerlukan 1 lembar plastik.

• Etiket
Kertas ini adalah identitas dari semua jenis barang, tidak hanya di produk rokok. Tetapi khusus produk rokok di pasang setelah alumunium Foil atau plastik, fungsinya adalah sama yaitu untuk identitas warna, Tulisan, lambang, peringatan pemerintah dll. Ukurannya tergantung dari masing-masing merek dagang, dan terpengaruh sangat besar dari ukuran batang dan jumlah batang. Jenis etiket dipakai untuk estetika atau penampilan rokok tersebut agar lebih menarik pembeli.
Etiket terbagi atas dua jenis, yaitu Hard pack, misalnya Gudang Garam Internasional, Sampoerna Mild, semua jenis mild dan jenis ke dua adalah Soft pack, misalnya 234, Djarum Coklat.
Khusus untuk pemakai Hard pack, diperlukan lidah di dalamnya yang berfungsi sebagai penopang bungkus rokok agar terlihat kokoh dan padat.
Dalam satu bungkus rokok memerlukan 1 lembar etiket dan 1 buah Lidah

• Plastik OPP
Plastik ini adalah pelindung bagian luar dari bungkus rokok berfungsi untuk melindungi rokok dari air. Tidak semua merek rokok memakai plastic ini tapi khusus jenis rokok filter sedangkan pemakai Hard Pack harus memakai Plastik OPP. Merek yang tidak memakai OPP adalah 234.
Dalam satu bungkus rokok memerlukan 1 lembar OPP.

• Doos Press
Doospress adalah wadah untuk pak rokok sebelum di pasarkan, umumnya 1 doospress terisi 10 atau 20 pak rokok, fungsinya adalah selain untuk pengepakan bungkus rokok juga adalah sebagai pelindung pak rokok di pasaran. Biasanya Dosspress hampir mirip dengan pak rokoknya yang mencerminkan identitas rokok tersebut.
Untuk 1 Doss Press dapat memuat 10 atau 20 pak rokok

• Kertas Bal
Ada beberapa jenis kertas bal tapi secara global terbagi atas dua jenis, kertas ber plastic dan kertas tidak ada plastiknya. Tetapi semua mempunyai fungsi yang sama, kebanyakan untuk pabrik kecil mereka memakai kertas reject dari pabrik semen.
Satu Kertas bal memembungkus 10-20 slove rokok.

• Kardus
Tidak semua pabrikan memakai kardus ini terutama pabrik kecil dan menengah. Karena pabrikan besar mempunyai kapasitas uang besar dengan memakai kardus akan mempermudah pendistribusian rokok.
Satu Kardus memuat 4 atau 8 bal rokok.
Gambaran perhitungan bahan penolong ini secara global dan akan berguna untuk penentuan harga pak rokok atau HPP untuk perusahaan adalah sebagai berikut:


Batang Pak Slove Bal
Batang 1 12 120 2400
Pak 12 1 10 200
Slove 120 10 1 20
Bal 2400 200 20 1

1 batang memerlukan berat 2 gr-2.3 gr tembakau BSP.

Nanti saya lengkapi dengan fotonya ya...

Tembakau, chaos, cengkeh, ambri, gilingan, kertas pack, plong, kain gilingan, tong, ember, kursi,meja, lem, kotak rokok, alat packing,kertas bal, Grenjeng


Thursday, October 16, 2008

Haruskah?

Blog ini sengaja saya buat untuk lebih memahami seluk beluk rokok. Cara pembuatan, alat dan bahan yang musti di siapkan, kalkulasi, komposisi tembakau dan komposisi lengkap chaos, sejarah rokok dan bagaimana rokok bermula dan pro-kontra yang terjadi saat ini.
Blog ini sangat membantu bagi pengusaha rokok sebagai bahan inspirasi mengenai rasa baru, unik dan menjanjikan karena serangkaian rumus dan kalkulasi ini telah terbukti dapat di terima dan di minati oleh masyarakat dan pernah mencapai total penjualan 2000 bal perhari atau 400.000 pak perhari atau 4.800.000 batang perhari karena kualitas campuran yang balance, bermutu dan tidak meninggalkan aroma asli tembakau.
Blog inipun dapat membantu anda menilai dan memahami bagaimana rokok di ciptakan, lebih banyak maslahat atau manfaatkah rokok. Anda yang memutuskan dan menilainya.
Satu pertanyaan penting... mengapa komposisi ini tidak pernah ada bahkan tidak akan pernah ada di dunia maya sekalipun? padahal begitu banyak pabrik rokok yang ada di Indonesia?
Ya.. karena kompisisi ini sangat rahasia,dan mahal harganya, jika anda benar-benar menekuni, memahami dan mengikuti langkah demi langkah sesuai yang saya tulis, tentunya anda dapat menjadi pengusaha baru di bidang ini.
Blog selengkapnya telah saya persiapkan dan siap untuk OnLine, tetapi saya ingin anda yang memutuskan, apakah layak atau tidak rumus-rumus ini saya sajikan dengan gratis dan transparan... Blog sebenarnya akan OnLine setelah ada 100 orang pemberi komentar di bawah ini.
Semoga dapat bermanfaat untuk semua pihak....