<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212</id><updated>2011-09-24T08:47:42.203-07:00</updated><title type='text'>Smoke...Smoking..Smoker</title><subtitle type='html'>Tips dan Trik usaha bisnis rokok! Sampaikan kebenaran itu walau satu ayat !!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-7000010981836168731</id><published>2010-10-24T09:34:00.000-07:00</published><updated>2010-10-24T09:43:51.383-07:00</updated><title type='text'>Ternyata Rokok Mengandung Darah Babi!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/TMRhgukYBGI/AAAAAAAAAGA/BfVcng-E2Sw/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 152px; height: 183px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/TMRhgukYBGI/AAAAAAAAAGA/BfVcng-E2Sw/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531653457202119778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sydney (SIB)&lt;br /&gt;Sebuah riset terbaru dari seorang ilmuwan Belanda mengguncangkan publik. Dia menemukan kandungan hemoglobin (darah merah) dari babi sebagai salah satu bahan untuk filter rokok.&lt;br /&gt;Fakta mencengangkan ini diungkapkan peneliti dari Eindhoven, Belanda, Christien Meindertsma, dan lalu didukung oleh Profesor Kesehatan Masyarakat dari University of Sydney, Simon Chapman.&lt;br /&gt;Hemoglobin atau protein darah babi, ternyata digunakan untuk membuat filter rokok agar lebih efektif untuk menangkap bahan kimia berbahaya, sebelum masuk paru-paru seorang perokok. Menurut Chapman, industri rokok dunia memang kerap merahasiakan bahan-bahan yang mereka gunakan.&lt;br /&gt;“Menurut mereka, ini adalah bisnis dan rahasia dagang kami,” kata Chapman seperti dilansir News.com, Kamis (1/4).&lt;br /&gt;Prof Chapman mengatakan penelitian ini memberitahu dunia tentang rahasia pembuatan rokok, dan untuk meningkatkan kepedulian terhadap umat Muslim dan Yahudi yang taat, karena babi sangat diharamkan bagi kedua agama tersebut.&lt;br /&gt;“Masyarakat Yahudi dan Muslim pasti akan menanggapi hal ini dengan sangat serius, dan juga para vegetarian,” pungkas Chapman.&lt;br /&gt;Tak ayal temuan ini menjadi bahan diskusi serius para ulama Islam dan para agamawan Yahudi di berbagai negara.&lt;br /&gt;MUI: Jika Mengandung Babi, Rokok Haram Mutlak&lt;br /&gt;Temuan riset di Belanda tentang adanya hemoglobin babi dalam filter rokok, langsung menjadi kajian ulama di berbagai negara. Jika filter rokok di Indonesia mengandung bahan yang sama, Majelis Ulama Indonesia siap menyatakan haram mutlak.&lt;br /&gt;“Kalau rokok dengan filter dari darah babi itu jadinya haram mutlak,” kata Ketua MUI Ma’ruf Amin, saat dihubungi detikcom, Kamis (1/4).&lt;br /&gt;Terkait dengan temuan riset terbaru itu, MUI akan segera meminta masukan dari berbagai pihak. “Kita akan meminta masukan banyak pihak yang bisa menjelaskan hal ini,” jelasnya.&lt;br /&gt;Menurut Ma’ruf, hasil dari Ijtima Ulama MUI menyimpulkan rokok adalah khilat. Artinya rokok ada di tengah-tengah antara posisi makruh dan haram. Ulama sepakat mengharamkan rokok dalam 3 situasi.&lt;br /&gt;“Yang sudah diharamkan itu merokok di tempat umum, merokok bagi ibu hamil, dan merokok bagi anak-anak,” pungkas Ma’ruf.&lt;br /&gt;Sebuah riset dari Belanda yang didukung pula oleh Profesor Kesehatan Masyarakat dari University of Sydney, Simon Chapman, menunjukkan adanya kandungan babi dalam rokok. Hemoglobin babi ternyata digunakan dalam filter rokok sebagai bahan penyaring bahan kimia berbahaya dari rokok agar tidak masuk ke paru-paru.&lt;br /&gt;Ketua MUI Segera Perintahkan LPPOM Usut Kandungan Filter Rokok&lt;br /&gt;Temuan riset adanya hemoglobin babi dalam filter rokok, mengagetkan para ulama di berbagai belahan dunia. Majelis Ulama Indonesia segera memerintahkan Lembaga Pengkajian Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI untuk mengusut kandungan filter rokok di Indonesia.&lt;br /&gt;“Kita akan memerintahkan LPPOM untuk menelusurinya,” kata Ketua MUI Ma’ruf Amin saat dihubungi detikcom, Kamis (1/4).&lt;br /&gt;MUI juga akan segera meminta masukan dari berbagai pihak. Menurut Ma’ruf, harus dijelaskan betul bagaimana kondisi rokok yang beredar di Indonesia sekarang.&lt;br /&gt;“Rokok-rokok merek apa saja. Apa saja yang menggunakan filter yang mengandung babi itu,” kata dia.&lt;br /&gt;Ma’ruf mengatakan ulama di Indonesia memposisikan rokok sebagai khilat, antara makruh dan haram. Namun ada tiga situasi di mana rokok haram, yaitu di tempat umum, untuk ibu hamil, dan untuk anak-anak.&lt;br /&gt;“Kalau rokok dengan filter dari darah babi itu jadinya haram mutlak,” pungkasnya.&lt;br /&gt;Sebuah riset dari Belanda yang didukung pula oleh Profesor Kesehatan Masyarakat dari University of Sydney, Simon Chapman, menunjukkan adanya kandungan babi dalam rokok. Hemoglobin babi ternyata digunakan dalam filter rokok sebagai bahan penyaring bahan kimia berbahaya dari rokok agar tidak masuk ke paru-paru.&lt;br /&gt;Filter Rokok Impor, Sangat Mungkin Ada Unsur Babi&lt;br /&gt;Industri rokok Indonesia masih mengimpor filter dari luar negeri. Dengan demikian, kemungkinan besar rokok yang dihisap oleh penduduk Indonesia ada unsur darah babi seperti temuan ilmuwan di Belanda.&lt;br /&gt;“Ini temuan baru di Belanda dan Australia. Sangat mungkin masuk di Indonesia, karena filter kita impor,” kata Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kartono Muhammad, kepada detikcom, Jumat (2/4).&lt;br /&gt;Data yang diperoleh Kartono dari sebuah situs perdagangan menyebutkan, jumlah impor filter rokok di Indonesia nilainya mencapai miliaran. Namun, tidak disebutkan negara mana saja yang dijadikan tujuan impor.&lt;br /&gt;“Nggak disebut negara mana saja, tapi kan kemungkinan negara maju seperti Australia dan Amerika,” jelasnya.&lt;br /&gt;Kepala Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3), Fuad Baradja menambahkan, kemungkinan ada unsur babi di filter rokok Indonesia sangat memungkinkan. Hanya saja, masyarakat selama ini tidak ada yang tahu. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada unsur yang ditutupi oleh produsen rokok.&lt;br /&gt;“Filternya itu masih diimpor. Kalau bikin filter sendiri kan kita belum bisa. Masyarakat juga nggak tahu,” tambah pria yang memiliki klinik penyembuhan ketergantungan rokok ini.&lt;br /&gt;Sebuah riset dari Belanda yang didukung pula oleh Profesor Kesehatan Masyarakat dari University of Sydney, Simon Chapman, menunjukkan adanya kandungan babi dalam rokok. Hemoglobin babi ternyata digunakan dalam filter rokok sebagai bahan penyaring bahan kimia berbahaya dari rokok agar tidak masuk ke paru-paru. (detikcom/f)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-7000010981836168731?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/7000010981836168731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=7000010981836168731' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/7000010981836168731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/7000010981836168731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2010/10/ternyata-rokok-mengandung-darah-babi.html' title='Ternyata Rokok Mengandung Darah Babi!'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/TMRhgukYBGI/AAAAAAAAAGA/BfVcng-E2Sw/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-7856109086772610820</id><published>2009-06-20T22:41:00.000-07:00</published><updated>2009-06-20T22:56:34.383-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/Sj3Kpms5p7I/AAAAAAAAAFw/3mzhUx-AICU/s1600-h/mild.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 104px; height: 66px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/Sj3Kpms5p7I/AAAAAAAAAFw/3mzhUx-AICU/s320/mild.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349654748498339762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kehadiran A Mild tahun 1989 mengubah lanskap bisnis rokok nasional. Hampir semua produsen rokok ikut meramaikan persaingan di kategori rokok ringan ini. Perang komunikasi dan bajak-membajak tenaga kerja pun tak terelakkan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menjelang tutup tahun 1989, industri rokok di Indonesia dikagetkan oleh langkah berani PT HM Sampoerna Tbk. (HMS). Produsen rokok keretek Dji Sam Soe ini meluncurkan produk terbarunya yang tergolong unik. Kenapa unik? Karena produk itu tidak masuk dalam tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Lewat produk yang diberi merek A Mild, HMS membuat sebuah kategori baru: SKM mild.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HMS jelas serius menggelontorkan A Mild. Ia membutuhkan waktu hingga lebih dari dua tahun untuk proses persiapannya. Maklum, saat itu tidak ada benchmark produk yang dapat dijadikan acuan, termasuk di pasar internasional. Yang ada cuma berbagai survei dan riset yang melibatkan konsumen. Termasuk di antaranya, uji buta yang tidak hanya dilakukan sekali, tapi beberapa kali di beberapa kota.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah berapa banyak dana yang dikucurkan HMS dalam meracik A Mild. Namun, Putera Sampoerna yang kala itu menjabat Presiden Direktur HMS tetap ngotot untuk dapat menimang bayinya itu. “Sejak awal A Mild sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik,” ungkap Muhammad Warsianto, salah satu tokoh kunci di balik lahirnya A Mild.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amild.jpeg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putera memang punya ambisi yang besar. Tidak hanya bagi perusahaannya, Putera juga menyimpan ambisi pribadi untuk menghasilkan produk baru yang sukses di pasar. Maklum, sebagai pemegang tongkat estafet di perusahaan keluarganya, Putera boleh dibilang gbelum menghasilkanh, kecuali melanjutkan produk-produk yang telah ada dari generasi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di generasi pertama, tahun 1913, Liem Seeng Tee sebagai pendiri HMS melahirkan produk yang hingga saat ini masih menjadi tulang punggung HSM, yakni Dji Sam Soe. Jejak Liem juga diikuti oleh putranya, Liem Swee Ling atau yang lebih dikenal dengan nama Aga Sampoerna dengan meluncurkan Sampoerna A (sekarang dikenal dengan merek Sampoerna Hijau – Red.) tahun 1968. Meski tak sesukses Dji Sam Soe, Sampoerna A mampu memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap total pendapatan HMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Putera yang mulai aktif di perusahaan tahun 1970-an dan mulai memegang tampuk pimpinan tahun 1980-an, hingga saat itu belum menghasilkan produknya sendiri. Padahal dari sisi manajerial, kinerja Putera tergolong sangat bagus. Dialah yang membawa HMS masuk ke kategori SKM dengan investasi yang tergolong sangat besar, yaitu US$ 25 juta. Namun itu belum membuat Putera puas. Pasalnya, di era kepemimpinannya ia belum bisa melahirkan produk yang sukses di pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu tibalah. Senin, 18 Desember 1989, HMS secara resmi meluncurkan A Mild ke pasaran. Senyum puas tampak jelas di wajah Putera. Bahkan, Putera pun tak ragu untuk membubuhkan nama dan tanda tangannya pada kemasan A Mild.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran A Mild tak membuat kompetitor HMS gentar. Mereka bahkan seolah-olah mencibir pada rokok yang mengusung tema komunikasi Taste of the future itu. Parahnya, tidak hanya kompetitor yang mencibir. Konsumen pun memberi cibiran yang tak kalah pedas. Maklum, konsumen yang sudah terbiasa dengan jenis rokok yang sudah ada (SKT, SKM dan SPM – Red.), A Mild dianggap sebagai rokok yang tidak berasa apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“A Mild menghadapi tantangan berat karena konsumen memosisikannya sebagai rokok putih, sehingga kesannya kurang macho,” ungkap Surja S. Handoko, CEO Colman Handoko yang juga mantan Direktur Pemasaran HMS. Penjualan rokok low tar low nicotine (LTLN) dari HMS itu seret. Bahkan, hingga tiga tahun sejak peluncurannya (1992 – Red.), penjualan A Mild masih tertinggal jauh dibanding kategori lainnya. Dari total produksi rokok nasional yang sebesar 152,7 miliar batang (berdasarkan pembelian pita cukai), A Mild hanya memberi kontribusi 0,33%, atau 0,5 miliar batang. Bandingkan dengan SKM reguler yang produksinya mencapai 94,2 miliar batang, atau 61,69% total produksi rokok nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini jelas bukan kondisi yang nyaman bagi HMS. Padahal, tidak sedikit sumber daya yang telah gdibuangh untuk mengerek rokok yang memang sama sekali baru bagi industri rokok ini – termasuk di industri rokok dunia — termasuk mengubah kemasan, dari 20 batang menjadi 16 batang. Kendati demikian, Putera tetap yakin dan percaya bahwa A Mild akan berjaya dan menganggap semua itu sebagai angin lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru di tahun 1994, A Mild meninggalkan tema kampanye lamanya Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go? Dengan bahasa yang lebih membumi dan agak provokatif, HMS seolah-olah ingin membuat konsumen berpikir ulang tentang produk yang selama ini mereka kenal dan gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini terbukti efektif. Tahun 1994, penjualan A Mild melonjak tiga kali lipat — dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring bergulirnya waktu, penjualan A Mild pun terus beranjak naik. Tahun 1996, A Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Tahun-tahun berikutnya, sepertinya menjadi masa keemasan A Mild atau rokok mild secara keseluruhan. Terakhir (2005), rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meledaknya penjualan A Mild membuat pemain lain kepincut untuk masuk ke kategori SKM mild. Tahun 1997, secara hampir bersamaan, dua musuh bebuyutan HMS: PT Djarum dan PT Bentoel Prima (BP), ikut mencari peruntungan di kategori ini. Djarum mengusung merek LA Lights, sedangkan BP mengibarkan Star Mild.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;starmild.jpeg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuknya BP ke kategori ini tak lain karena pada saat itu Warsianto, yang punya kontribusi cukup besar dalam proses kelahiran A Mild, sudah mendarat di BP. Seperti halnya di HMS, Warsianto memimpin lahirnya produk baru ini, bahkan dari mulai bentuk proposal. Dengan slogan: Losta masta, Star Mild menantang A Mild, di wilayah Jawa Barat, khususnya Bandung (sebelum dipasarkan secara nasional, awalnya Star Mild hanya dipasarkan di wilayah Ja-Bar – Red.). “Kami ingin menguji seluruh elemen pemasarannya lebih dahulu,” ungkap Ginawati Wibowo, Chief Marketing Office BP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kandungan tar dan nikotin A Mild adalah 14 mg dan 1,0 mg sehingga berani keluar dengan kampanye How low can you go?, Star Mild lebih rendah lagi, yaitu 12 mg dan 0,9 mg. Ini dijadikan senjata untuk menantang A Mild lewat kampanye bertema: Lower than low. Dan, karena pasar sudah relatif terbentuk, Star Mild dapat lebih cepat diterima pasar. Apalagi posisi harga Star Mild yang berada di bawah A Mild juga sangat cocok dengan kondisi saat itu, di mana krisis ekonomi mulai melanda negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tah heranlah, di tahun pertamanya saja, produksi Star Mild sudah mencapai 754 juta batang; kemudian meningkat menjadi 1,87 miliar batang di tahun 1998; dan 2,9 miliar batang tahun 1999. Tahun 2000, menurut data ritel AC Nielsen, Star Mild telah menguasai 3% pangsa pasar rokok secara keseluruhan, dan semakin dekat dengan A Mild yang menguasai 4,1% pasar rokok nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Star Mild cukup membuat HMS gerah. Namun, HMS tidak kehabisan ide dalam menghadapi Star Mild. Sadar bahwa A Mild bukan lagi yang terendah dalam hal tar dan nikotin, HMS meluncurkan tema kampanye baru yang secara terbuka menyerang para pengekornya, lewat slogan citra (tag line): Others can only follow. “Slogan ini bertujuan untuk semakin mengokohkan leadership A Mild di pasar rokok mild Indonesia, karena semakin banyaknya merek rokok mild baru yang bermunculan,” ungkap Sendi Sugiharto, Kepala Kategori LTLN HMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat perkembangan Star Mild yang cukup oke, kuartal ketiga tahun 1999 BP memberanikan diri melempar produk mild keduanya, Bentoel Mild. Bahkan, produk ini diposisikan untuk langsung berhadapan dengan A Mild dan LA Lights, setidaknya dari sisi harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki era tahun 2000-an, pertarungan di segmen SKM mild kian ramai. PT Gudang Garam Tbk. (GG) yang sebelumnya seperti tidak berminat untuk masuk ke kategori ini akhirnya tak kuasa menahan godaan potensi pasar kategori yang memang terus berkembang ini. Pada September 2002 GG resmi melepas Gudang Garam Surya Signature. gSudut pandang bahwa GG terlambat dalam memasuki segmen SKM mild saya kira perlu diluruskan. Apakah menjadi keharusan bagi produsen rokok memasuki segmen SKM mild? Kalau benar, apa dasar yang melandasinya?h ungkap sumber SWA di GG dengan nada kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakuinya, segmen SKM mild memang berkembang. “Tapi itu kan baru beberapa tahun belakangan. Jangan lupa, dalam menggembala A Mild, HMS harus berada dalam kondisi merugi sekitar 7 tahun, terhitung sejak dilahirkan,” ungkapnya lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, dalam meluncurkan produk baru, GG menerapkan asas kehati-hatian dan tidak berpikir pada kerangka emosional. Karenanya GG tidak mau latah untuk langsung terjun ke segmen SKM mild begitu tahu pemain lain memasuki segmen itu. Saling bertempur menggunakan strategi komunikasi sama, maka otomatis akan ada yang bakal jadi korban. “Sudah energi dan dana yang dikucurkan tidak sedikit, eh malah hancur lebur,” ujarnya. Karena itu, menurutnya masuknya GG ke SKM mild tahun 2002 merupakan waktu yang tepat, di mana pasar SKM mild sudah benar-benar berkembang. “Jangan sampai ketika GG masuk, ternyata besaran pasarnya hanya semu. Tidak sebesar sebagaimana citra yang ditampilkan oleh produsen sebelumnya. Kalau itu yang terjadi, kehadiran GG justru makin mendongkrak popularitas sang pendahulu,” ia menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, GG tidak sembarang memasuki segmen SKM mild. Jika pemain lain masuk dengan ukuran diameter slim, GG menawarkan hal baru, SKM mild diameter reguler. Pembeda ini, menjadikan GG tidak bertempur head to head dengan HMS, BP ataupun Djarum. “Jika semua menjadikan anak muda sebagai target pasar. Kami menyasar kalangan di atasnya, yakni eksekutif mapan. Kalau diandaikan dengan manusia, umurnya berada di atas 30 tahun,” ia menguraikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, kategori SKM mild memang punya daya magnet yang luar biasa. Tak terkecuali produsen rokok gkecilh sekelas Nojorono pun turut gberjudih di kategori ini. Setelah berhasil membujuk Warsianto untuk turun gunung (setelah lepas dari BP, Warsianto sempat pensiun – Red.), perusahaan asal Kudus yang menggunakan bendera PT Nojorono Tobacco Indonesia (NTI) ini pun ikut meramaikan pesta mild lewat merek Clas Mild.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;clasmild.jpeg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibanding rokok mild lainnya, Clas Mild menyasar konsumen yang lebih bawah. Kondisi makroekonomi yang belum pulih benar akibat dihantam krisis tahun 1997, sepertinya menjadi pembenaran bagi NTI yang mengklaim memberikan perceived value yang lebih kepada konsumen, walaupun harganya relatif lebih murah. Clas Mild pun mendapat sambutan yang sangat baik dari konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Clas Mild ternyata cukup mengusik posisi Star Mild. Untuk menghambat Clas Mild, BP pun mengambil manuver berani dengan meluncurkan rokok mild ketiganya, X Mild yang dari posisi harga sengaja dirancang setara dengan Clas Mild.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, menuver itu tidak banyak berarti. Clas Mild terus melambung. Puncaknya, pada pertengahan 2005, Clas Mild bertengger di posisi kedua kategori SKM mild dengan menggeser Star Mild yang sudah sekian lama duduk di posisi itu. Sebuah prestasi fenomenal yang belum mampu dilakukan oleh saudara sekotanya yang sebenarnya punya amunisi jauh lebih banyak, Djarum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya yang dilakukan Djarum untuk melambungkan LA Lights bukan tidak ada. Segala daya dan upaya sudah dilakukan. Tema komunikasinya pun berulang kali diubah. Demikian pula dengan uang gdibuangh yang jumlahnya tidak sedikit. Toh, LA Lights tak kunjung lepas landas, malah selalu dilangkahi oleh produk-produk lain yang muncul belakangan, termasuk Clas Mild yang dari sisi perusahaan tidak ada apa-apanya dibanding Djarum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya BP yang waswas melihat pergerakan Clas Mild. HMS yang begitu percaya diri pun melakukan manuver untuk membendung Clas Mild. Dengan menggunakan kendaraan PT Asia Tembakau, HMS mendarat di pasar SKM mild level bawah lewat merek U Mild. Namun demikian, HMS mengelak jika U Mild disebut sebagai fighting brand bagi A Mild. “Seperti hadirnya Sampoerna Hijau yang sama-sama SKT dengan Dji Sam Soe. Jadi tidak benar U Mild lahir sebagai fighting brand A Mild, tetapi demi meramaikan pangsa pasar rokok mild, khususnya yang menyasar kelas B-C. Alasan lain, demi semakin mengokohkan HMS sebagai pemimpin pasar di kategori rokok mild di Indonesia,” kilah Sendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, di penghujung tahun 2005, Djarum menunjukkan rasa penasarannya untuk menaklukkan – setidaknya bicara banyak – di kategori ini dengan meluncurkan Djarum Super Mezzo. Nama besar Djarum Super tetap disertakan untuk membuat produk ini langsung take off mengikuti jejak produk andalan keluarga Hartono itu. Kehadiran Mezzo semakin memperpanjang deret merek rokok mild yang kabarnya telah menembus angka 100 merek – termasuk yang diproduksi oleh home industry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa rahasia kesuksesan Clas Mild? “Kami tidak pernah main-main dalam hal kualitas. Rokok adalah sebuah produk rasa. Keberhasilan produk rokok dapat diterima pasar sangat tergantung pada kualitas rasa yang ditawarkannya,” tutur John Dharma J.K., Direktur Pemasaran NTI. Selain itu, NTI juga sangat memperhatian citra produknya. Karena itu, kendati dari sisi harga posisi Clas Mild berada di bawah produk lainnya, tema komunikasi yang diusungnya tidak kalah. “Memang, upaya-upaya promosi yang kami lakukan hampir mirip dengan apa yang dilakukan kompetitor. Tetapi, kami tetap punya ciri khas yang membedakan dari rokok mild sejenis,” tukas John.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John menjabarkan, sama seperti pemain lainnya, Clas Mild juga banyak bermain dengan event. Namun, yang membedakan adalah pemilihan lokasi penyelenggaraan event itu. “Kami sering kali membuat event di tempat yang tidak biasa, misalnya di atap gedung pencakar langit,” ujarnya. Dengan menggelar event-event seperti itu, citra Clas Mild akan terangkat jauh lebih tinggi ketimbang aslinya. Bahkan, NTI pun tak ragu untuk membawa Clas Mild ke tempat nongkrong paling beken bagi anak muda Jakarta: Hard Rock Café (HRC), dengan mensponsori acara andalan HRC, I Like Monday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan TV Commercial yang ditampilkan Clas Mild sama sekali tidak mencirikan bahwa produk ini ditujukan untuk segmen menengah-bawah. “Rokok mild punya target audiens yang sama dari demografi, tapi masing-masing merek mencoba mencari psikografi yang agak berbeda,” kata Andoko Darta, General Manager Adwork! EuroRSCG. Maka tak heranlah, masing-masing merek rokok mild ini keluar dengan tema iklan yang berbeda-beda, sesuai dengan target konsumen yang dibidik dan juga citra yang diharapkan tercipta dari komunikasi yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, sebagai pelopor di kategori ini, A Mild bisa menunjukkan kepemimpinannya. A Mild selalu tampil dengan iklan-iklan yang out of the box, dengan tema-tema yang sama sekali berbeda dari mainstream produk rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan memang menjadi arena perang tersendiri bagi kategori rokok mild. Setiap pemain dengan gagah berani menggelontorkan uang miliaran rupiah untuk mengomunikasikan produknya di berbagai media, utamanya televisi. Tahun 2005, menurut catatan Nielsen Media Research ratusan miliar rupiah dihabiskan para pemain di kategori rokok mild ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemimpin pasar, A Mild juga memimpin dalam besaran dana yang dikeluarkan untuk promosi above the line. Tak kurang dari Rp 144,16 miliar dihabiskan HMS untuk mempromosikan mereknya di berbagai media. Dengan dana sebesar itu, harus diakui, A Mild memang lebih bernyali dibanding pemain lainnya dalam hal beriklan. Pasalnya, jumlah dana yang dikeluarkan pemain lain tidak mencapai separuh dari yang dikeluarkan A Mild. Clas Mild hanya mengucurkan Rp 61,63 miliar; Star Mild Rp 58, 89 miliar; LA Lights Rp 57,07 miliar; U Mild Rp 50,06 miliar; dan X Mild Rp 41,84 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi A Mild dalam belanja iklan nantinya mungkin akan disaingi oleh Mezzo, produk terbaru Djarum. Tahun lalu Mezzo memang hanya menggelontorkan Rp 20,26 miliar. Namun, itu hanya dalam waktu dua bulan (November dan Desember – Red.). Dan jika bercermin pada keberanian Djarum dalam beriklan, rasanya bukan tidak mungkin Djarum bakal mengguyurkan dana yang sangat besar untuk mendukung Mezzo. Gejalanya sudah terlihat di awal tahun ini. Pada Januari 2006, Mezzo tercatat sebagai merek yang belanja iklannya terbesar di kategori mild, yaitu Rp 6,97 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Walau bukan satu-satunya faktor, ujung-ujungnya iklan harus bisa meningkatkan penjualan,” ujar Andoko. Karenanya, Andoko menyarankan agar para pemain untuk juga melakukan pascastudi untuk mengukur efektivitas iklan yang sudah dilakukannya. Misalnya ketika iklan sudah berjalan tiga sampai 6 bulan, dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah konsumen memahami pesan yang disampaikan dalam iklan itu. “Sayangnya jarang yang melakukan post study ini,” kata Andoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain iklan, event — khususnya event musik menjadi arena perang produk mild — hampir setiap merek mempunyai atau setidaknya menjadi sponsor pada ajang musik tertentu, baik event outdoor maupun tayangan TV. Aktivitas yang lagi-lagi dipelopori oleh A Mild ini boleh dibilang sangat mengena dengan target pasar rokok mild, yaitu anak muda. Tak heranlah, dalam menggelar aktivitas ini pun terjadi persaingan yang sangat kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di samping banyak event lainnya, Soundrenaline merupakan andalan kami. Ini semacam kegiatan musik woodstock-nya Indonesia,” kata Sendi bangga. Terakhir, A Mild menjadi sponsor utama penyelenggaraan konser tunggal penyanyi legendaris Lioner Richie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clas Mild sebagai pendatang baru pun tak kalah agresif dalam menyelenggarakan pagelaran musik. Di samping acara-acara rutin, seperti I Like Monday di HRC yang sudah masuk tahun ketiga, dan berbagai acara reguler lainnya, Clas Mild juga berani muncul pada acara berskala besar. Terakhir Clas Mild menjadi sponsor utama konser 3 Diva yang menampilkan tiga penyanyi wanita terdepan di negeri ini, Krisdayanti, Ruth Sahanaya dan Titi D.J.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ruby Chandra Lionardi, Manajer Merek X Mild, kesamaan cara promosi yang melulu melalui jalur musik, merupakan ground untuk memudahkan masuk ke pasar. Alasan lainnya, musik dianggap merupakan cara komunikasi yang universal. “Lebih click dengan mereka (kaum muda – Red.),” ujar Ruby. X Mild sendiri menggeber promosinya lewat X Mild Noize Trailer Tour. Mengendarai truk trailer, X Mild berkeliling ke seluruh pelosok Nusantara. Di atas trailer itulah digelar pertunjukan musik rock hingga 100 kali di tahun lalu dengan menggandeng rocker-rocker Indonesia. Ada pula penayangan X Mild Noizze Ngejam di Global TV yang sudah berjalan mulai tahun lalu. “Yang tampil artis-artis rock, karena artis rock lebih ekspresif,” sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ginawati menambahkan, kendati sama-sama menggunakan musik, tetap saja target yang ingin dicapai berbeda-beda. “Sama-sama musik, tapi jiwanya disesuaikan dengan segmennya,” ia menuturkan. Walau begitu, lanjutnya, musik hanya menjadi salah satu kendaraan, masih ada kendaraan lain seperti olah raga dan berbagai kegiatan lainnya. Contoh, yang dilakukan Star Mild dengan Crush Bone Basket Ball.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertarungan di kategori rokok mild juga tak terlepas dari praktik bajak-membajak tenaga kerja. Yang paling menarik adalah gpertukaranh tokoh kunci antara BP dan HMS. BP menarik Surja S. Handoko dari HMS, sedangkan Sendi Sugiharto dari BP menyeberang ke HMS. Uniknya, sebelum mendarat di BP, Surja lebih dulu melakukan pendekatan untuk menarik Sendi dari BP. Namun kenyataannya, Surja lebih dulu hengkang ke BP sebelum Sendi mendarat di HMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping dua nama tersebut, Warsianto sebagai arsitek rokok mild juga jadi perebutan. Kendati tidak lewat proses bajak- membajak, Warsianto hingga saat ini telah merasakan bekerja di tiga perusahaan rokok yang menjadikan mild sebagai andalannya, yaitu HSM, BP dan NTI yang bertahan hingga saat ini dengan jabatan Penasihat Senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agresivitas pemain-pemain di kategori rokok mild sangat bisa dimengerti. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, kategori ini merupakan yang paling tinggi pertumbuhannya. Bahkan, bagi HMS, sejak tahun 2004, A Mild menjadi kontributor terbesar dari segi volume dengan mengalahkan Dji Sam Soe yang sudah puluhan tahun menjadi kontributor terbesar, yaitu lebih dari 30%. Namun, dari segi profit, A Mild memang masih kalah dibanding Dji Sam Soe. Pasalnya, cukai SKT memang jauh lebih kecil ketimbang SKM, yaitu 22% berbanding 40%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemerlap persaingan rokok mild bukan tak menelan korban. Memang dari merek-merek yang dikeluarkan produsen besar hampir semuanya masih tetap beredar. Akan tetapi, kinerja penjualannya tidaklah sebaik yang diharapkan. Ambil contoh Bentoel Mild. Kendati masih tetap bertahan, merek ini nyaris tak terdengar. Bahkan, BP sendiri sepertinya sudah mengabaikan merek yang menyandang merek korporatnya sendiri. “Kami perusahaan publik yang harus memilih untuk memprioritaskan merek yang kami miliki. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami memutuskan untuk mendukung total Star Mild dan X Mild. Pada akhirnya kami harus memilih di tempat yang memberikan return tertinggi,” papar Ginawati diplomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama sepertinya juga dialami GG. Saat ini Surya Signature juga tidak mendapat dukungan yang berarti. Bahkan menurut data Nielsen Media Research, di tahun 2006 (hingga Januari – Red.), GG tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk mengomunikasikan merek barunya itu. Namun demikian, sumber SWA di GG mengelak jika Surya Signature dikatakan gagal. Kendati enggan menyebutkan angka, ia mengatakan bahwa penjualan Surya Signature terus meningkat, khususnya untuk varian yang berwarna merah. “Untuk Surya Signature Biru memang agak seret. Mungkin pasar sudah memersepsikan bahwa ukuran mild adalah slim,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wismilak Slim setali tiga uang. Alokasi bujet untuk produk ini terus menurun dari tahun ke tahun. Dan seperti Surya Signature, hingga Januari lalu, produk ini sama sekali tidak melakukan kegiatan above the line. Ini bisa dilihat dari belanja iklannya yang nol pada periode itu. Wismilak belakangan malah semakin rajin mempromosikan produk cerutunya, meski pasarnya sangat niche.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seleksi alami memang selalu berjalan. Nantinya, hanya produk yang benar-benar punya karakter yang akan bertahan hidup. Hingga hari ini, A Mild masih kokoh duduk di singgasananya dengan penguasaan pasar sekitar 50%. Layak dicermati, akankah Star Mild mampu merebut kembali predikat runner up yang dulu akrab dengannya dari tangan Clas Mild. Dan, ada baiknya kita tunggu kelanjutan dari perang sengit di kategori rokok ringan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini dimuat di Majalah SWA edisi 08/2006, 20 April 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-7856109086772610820?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/7856109086772610820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=7856109086772610820' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/7856109086772610820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/7856109086772610820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2009/06/kehadiran-mild-tahun-1989-mengubah.html' title=''/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/Sj3Kpms5p7I/AAAAAAAAAFw/3mzhUx-AICU/s72-c/mild.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-1887634849296620974</id><published>2009-03-03T22:59:00.000-08:00</published><updated>2009-03-12T23:08:07.887-07:00</updated><title type='text'>Awal Mula Nama-nama Rokok</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/Sa4n973L7qI/AAAAAAAAAFg/39bTBZiMWm4/s1600-h/Masalah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 129px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/Sa4n973L7qI/AAAAAAAAAFg/39bTBZiMWm4/s320/Masalah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309224955711057570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada zaman dahulu kala disebuah kerajaan nikotin yang bernama&lt;br /&gt;Cigarilos, hiduplah seorang raja bernama Minak Djinggo dengan panglima perangnya&lt;br /&gt;yang gagah perkasa : Commodore.&lt;br /&gt;Raja yang memimpin dengan adil dan bijaksana ini mempunyai seorang putri yang cantik jelita&lt;br /&gt;yang menjadi Mascot kerajaan, bernama Sri Wedari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika putri sedang bermain-main dan berjemur di Long Beach,&lt;br /&gt;tiba-tiba datanglah segerombolan koboi Marlboro di bawah pimpinan Mr.&lt;br /&gt;Brown dan asistennya Mr. Davidoff. Koboi-koboi itu lalu menculik sang putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian sang raja menerima surat ancaman dari sang&lt;br /&gt;koboi yang isinya : “Wahai Raja, kalau baginda ingin sang puteri selamat,&lt;br /&gt;Baginda harus menebus dengan uang sebesar US$ 555 juta. Kami tunggu Anda&lt;br /&gt;disebuah Gudang Garam di kota Kansas. Jika anda tidak mau memenuhi permintaanku,&lt;br /&gt;maka kami akan menusuk putrimu dengan Djarum Super sampai Bentoel dan&lt;br /&gt;mengikatnya dengan Tambang Cap Upet !!! “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja pun menjadi geram, sehingga diadakanlah sayembara untuk mencari&lt;br /&gt;pendekar yang dapat menyelematkan sang putri.&lt;br /&gt;Singkat cerita terpilihlah pendekar Sampoerna dengan senjatanya Gentong, Pusaka dan Pompa !!!.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang pendekar yang Cool rupanya pernah berguru dengan seorang suhu dari&lt;br /&gt;negeri Tiongkok , bernama Dji Sam Soe dan dia mempunyai prinsip :&lt;br /&gt;“Kalo bisa nomor 1 buat apa 2,3,4“..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pendekar pun pergi menyeberangi lautan dengan kapal U.S.S Kennedy&lt;br /&gt;dengan nahkodanya Marcopolo serta Ardath, seorang jurumudi kawakan&lt;br /&gt;keturunan Java-American menuju medan laga untuk menyelamatkan sang&lt;br /&gt;putri. Sebelum berangkat sang pendekar mohon pamit dan mohon doa restu.&lt;br /&gt;“Wismilak, Suhu” kata sang pendekar. Dijawab oleh suhu : “Get Lucky, muridku”.&lt;br /&gt;Sang raja pun berucap untuk sang pendekar “Lasta Masta ….yeah !!!!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengendarai Mustang serta semangat kepahlawanan yang besar,&lt;br /&gt;pendekar dari bukit Dunhill itu akhirnya berhasil menyelamatkan sang putri. Dia&lt;br /&gt;pukul dengan senjata saktinya si koboi Marlboro Menthol Jauuuuh sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja sangat gembira dan kemudian diadakanlah pesta semalam suntuk di&lt;br /&gt;restaurant LA Light.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat makan malam berlangsung Sang Raja menghampiri sang pendekar&lt;br /&gt;yang sedang murung. Raja berkata, “Wahai pendekar, Ini bukan basa basi lho,&lt;br /&gt;pesta ini diadakan khusus untuk merayakan kemenangan anda,mengapa malah&lt;br /&gt;murung???. Bukankah pendekar pernah bilang, “Asyiknya rame-rame !!??”.&lt;br /&gt;Pendekar pun menjawab, “Pria punya selera“.&lt;br /&gt;“Lalu apa maumu ? ” tanya sang raja.&lt;br /&gt;Dijawab oleh sang pangeran, “Minta Krisdayanti dooong!!!”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;dari &lt;a href="http://zaidanzidna.wordpress.com/"&gt;cerita&lt;/a&gt; teman-teman...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-1887634849296620974?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/1887634849296620974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=1887634849296620974' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/1887634849296620974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/1887634849296620974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2009/03/awal-mula-nama-nama-rokok.html' title='Awal Mula Nama-nama Rokok'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/Sa4n973L7qI/AAAAAAAAAFg/39bTBZiMWm4/s72-c/Masalah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-7649555481756989183</id><published>2009-03-03T04:26:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T04:35:12.275-08:00</updated><title type='text'>Rokok ga pake Korek</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/Sa0jm-7WQkI/AAAAAAAAAFY/JeI8rDk6ux0/s1600-h/tanpa+asap.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/Sa0jm-7WQkI/AAAAAAAAAFY/JeI8rDk6ux0/s320/tanpa+asap.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308938688373604930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Rokok tanpa asap Ruyan V8 yang menghasilkan nikotin langsung ke paru-paru makin popular. Rokok elektrik ini menarik perhatian konsumen di China hingga AS. Tapi perkembangnya mengkhawatirkan badan kesehatan dunia WHO.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ruyan V8 dipasarkan sebagai alternatif lebih sehat dibandingkan rokok biasa dan diklaim mampu menghentikan kebiasan buruk merokok. Rokok tanpa asap itu secara agresif diperkenalkan di penghargaan film Inggris selain juga di pameran perdagangan internasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Karena tidak perlu dibakar, produsennya mengklain tidak akan muncul gas serta bahan kimia yang bisa menyebabkan kanker seperti rokok pada umumnya. Selain itu rokok ini bisa dihisap di tempat yang ada larangan merokok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) September lalu mengingatkan tidak ada bukti e-cigarette bisa sebagai pengganti rokok atau membantu perokok berhenti dari kebiasannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Selain itu WHO juga meminta produsen agar berhenti melakukan promosi seperti itu. Produk seperti itu mengganggu upaya pencegahan merokok dan menarik orang yang bukan perokok termasuk anak kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Tidak ada bukti kuat produk itu aman dikomsumsi manusia," kata Timothy O'Leary, pejabat Inisiatif Tanpa Tembakau WHO di Genewa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;WHO khawatir karena kurangnya informasi mengenai penelitian terhadap bahan yang dikandung e-cigarette. Selain itu juga dampak terhadap kesehatan jangka panjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Beda dengan terapi pengganti nikotin yang lain, seperti dengan dimasukkan lewat kulit, permen atau dihirup dan semprotan ke mulut, e-cigarette hingga kini belum melalui penelitian menyeluruh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Nikotin bisa menimbulkan kecanduan. Zat itu menyebabkan terlepasnya zat kimia yang ada di otak dan membuat perasaan bahagia yang disebut dopamine. Tapi juga meningkatkan penyakit jantung dan tekanan darah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ruyan yang berarti "seperti merokok" diperkenalkan sebagai rokok elektronik pertama pada 2004. Produk ini memiliki paten teknologi atomisasi ultra sonik dimana nikotin dimasukkan tempat yang berisi propylene glycol. Cairan ini juga digunakan pada mesin asap di nightclub.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Saat perangkat menggunakan baterai ini dinyalakan, atomisasi akan mengeluarkan semprotan yang membentuk asap. Perusahaan bermarkas di Hong Kong Ruyan mengeluh teknologinya itu sudah dibajak oleh China dan negara lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kebanyakan produk ini dijual lewat internet, dimana ribuan retailer memesan dari seluruh dunia. Harga produk ini US$60 hingga US$240 terdiri dari charger baterai serta cartridge dengan aneka rasa mulai dari buah-buahan hingga menthol.[ito]INILAH.COM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-7649555481756989183?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/7649555481756989183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=7649555481756989183' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/7649555481756989183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/7649555481756989183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2009/03/rokok-ga-pake-korek.html' title='Rokok ga pake Korek'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/Sa0jm-7WQkI/AAAAAAAAAFY/JeI8rDk6ux0/s72-c/tanpa+asap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-8530506283665606061</id><published>2009-03-01T05:59:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T06:17:20.488-08:00</updated><title type='text'>Lupakan Masa Lalu!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SaqWpOs8KeI/AAAAAAAAAFA/yVrltU_yztQ/s1600-h/Catur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 112px; height: 94px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SaqWpOs8KeI/AAAAAAAAAFA/yVrltU_yztQ/s320/Catur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308220745874942434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jurus-Jurus Menentang Arus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sengaja mencari artikel tentang pertanggungan jawab saya mengenai acuan strategi yang pernah saya terapkan dalam salah satu perusahaan yang saya pegang dulu. Saya mencoba menjawab dengan sedikit di imbangi teori ilmiah dan contoh perilaku para enterpreneur Indonesia. Yaa.. baru sekarang saya mencoba membuka diri untuk menjelaskan sedikit ilmu kepada para Manager saat ini yang memegang, karena mungkin mereka penasaran saya mampu meningkatkan nilai dan demand yang sangat tinggi dalam kurun waktu 4 tahun dengan menaikan penjualan 800%. Angka yang fantastis. Saya yakin mereka sangat mengagumi hasil karyaku dan mencoba untuk menyaingi karya besarku. Ini sebagian contoh yang saya kemukakan untuk kalian....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Untuk mencapai sukses, tak usah meniru sukses masa lalu. Sebagian pebisnis menerapkan jurus-jurus bisnis yang tak lazim dan bertentangan dengan teori. Mereka sukses karena menerapkan jurus-jurus bisnis yang menentang arus”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antrean di sebuah counter BreadTalk di Mal Kelapa Gading, Jakarta, itu tampak mengular. Panjang. Mereka rela antre hanya untuk dapat mencicipi sepotong roti bertabur abon. Untunglah, sambil antre, mereka masih terhibur melihat “atraksi” pembuatan roti di dapur yang dindingnya transparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapur transparan, bukankah itu melanggar tradisi? Bukankah itu sama saja dengan membuka rahasia dapur? Bukankah itu menentang arus? Apalagi kebanyakan toko roti selama ini selalu meletakkan dapur di belakang. Salah satu tujuannya adalah agar tak mudah dilihat pesaing. Lagi pula, banyak orang menganggap tabu kalau pembeli bisa melihat suasana dapur, yang biasanya jorok, kotor, dan berantakan. Anggapan itu justru “ditabrak” BreadTalk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;“Dengan konsep open kitchen, BreadTalk ingin menjadi sebuah butik roti yang ingin bisa menyatukan rasa, pikiran, dan mata,” kata Sugiyanto Wibawa, vice-president director PT Talkindo Selaksa Anugrah, nama perusahaan pemegang hak waralaba BreadTalk di Indonesia. Meski Sugianto mengaku bahwa konsep open kitchen berasal dari Singapura, nyatanya apa yang ia lakukan kemudian diikuti oleh beberapa toko roti lainnya di Tanah Air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;Menentang Arus, Apa Itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Menurut associate consultant MarkPlus&amp;amp;Co, Yuswohady, jurus-jurus bisnis menentang arus kerap disebut sebagai blue ocean strategy. ” Blue ocean strategyadalah strategi yang biasanya diterapkan dalam sebuah arena bisnis, di mana kondisi pasar atau lautnya masih berwarna biru, terbuka, karena belum banyak pemain yang menggarap,” papar Siwo, panggilan akrab Yuswohady. Jadi, lanjut dia, bisa dikatakan bahwa blue ocean strategy adalah strategi yang radikal, gila, dan cenderung menentang arus bisnis yang ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dalam kasus BreadTalk, jurus menentang arus yang dipakainya adalah tak sekadar mengandalkan kenikmatan rasa rotinya, seperti toko-toko roti lainnya di Indonesia. “BreadTalk berani menabrak tradisi dapur tertutup, dan terbukti bisa memainkan emosi konsumen dengan konsep keterbukaan dapurnya,” jelas Siwo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Selain BreadTalk, fenomena menentang arus juga dipakai Putera Sampoerna ketika mengeluarkan rokok rendah tar dan nikotin, A Mild, pada 1990-an. Langkah Putera ketika itu terbilang berani. Pasalnya, saat itu pasar rokok Indonesia masih didominasi oleh rokok kretek. HM Sampoerna bahkan dikenal sebagai salah satu produsen rokok terbesar yang sukses dengan rokok kretek merek Dji Sam Soe dan Sampoerna Eksklusif. “Namun, demi menghidupkan pasar A Mild, Putera Sampoerna malah memutuskan untuk mematikan produk Sampoerna Eksklusif,” ujar Sendi Sugiharto, head manager of Category Low Tar Low Nikotin. Sebuah langkah berani dan penuh risiko.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;“Rokok A Mild adalah bukti keberanian Putera Sampoerna untuk melupakan kesuksesan HM Sampoerna dengan kejayaan rokok kreteknya,” ucap Siwo. Padahal, biasanya orang kalau sudah sukses, mereka akan menggunakan strategi bisnis atau membuat produk yang tak jauh berbeda dengan kesuksesan masa lalunya. Gampangnya, ngapain mesti repot-repot kalau bisa menjiplak strategi bisnis sebelumnya. Namun, untuk Putera Sampoerna, ia malah mempraktekkan jurus menentang arus: lupakan sukses masa lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dalam dunia dengan persaingan yang makin keras, berbisnis dengan cara-cara yang biasa jelas tak memadai lagi. Produk harus unik. Strategi jangan sampai mudah dikenali lawan. Itu pulalah yang diterapkan oleh Bob Sadino, pemilik sekaligus pendiri Kemchicks Supermarket, yang berlokasi di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Bob dikenal sebagai pengusaha yang anti manajemen. “Saya selalu menganalogikan bisnis itu seperti sungai yang penuh kebebasan, tanpa perencanaan, bahkan tanpa arah tujuan yang hendak dicapai,” kata pria yang khas dengan celana pendeknya itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bob tak pernah memakai rencana, atau mematok target. Untuk masalah keuangan di Kemchicks Supermarket pun Bob tak pernah ikut campur. Semua pengelolaannya ia percayakan kepada karyawan, yang oleh Bob disebut sebagai “anak-anaknya”. “Jadi, kalau Kemchicks untung Rp100 miliar, ya terserah anak-anak saja, mau dihabiskan untuk apa saja,” katanya, serius. Bob memang memberikan kebebasan penuh kepada 350 karyawannya untuk bekerja sesuai keinginan mereka. Meski serba tak masuk di akal, toh terbukti hingga kini Kemchicks, Kemfood, dan Kemfarm masih eksis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Cara aneh membesarkan usaha juga dilakukan oleh Purdi E. Chandra. Ia termasuk orang yang percaya bahwa kalau ingin sukses tak perlu pendidikan formal. Namun, ketika Purdi mendirikan Entrepreneur University dengan cara itu, banyak orang mengerutkan kening. “Kuliah di Entrepreneur University modelnya tanpa ijazah. Mahasiswanya baru bisa diwisuda kalau sudah berhasil membuat usaha sendiri,” kata Purdi. Jadi, kalau ingin sukses seperti Purdi, yang mantan anggota MPR RI ini, lupakan pendidikan formal. Ijazah itu tak penting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sudah tentu masih banyak jurus menentang arus yang bisa dipetik dari berbagai kasus. Misalnya, ada fenomena kaus Dagadu dari Yogyakarta yang tak mau ekspansi ke luar dari Kota Gudeg itu. Lalu ada Joger dari Bali, strategi harga tiket murah ala Lion Air, gratis kartu prabayar As, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;Melihat Dari Sisi Yang Berbeda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Lalu, apa yang bisa dipetik dari beberapa jurus bisnis menentang arus tadi? Sukseskah? Kafi Kurnia, pakar bisnis dan pemasaran dari Inbrand, memberi gambaran gunanya memakai jurus menentang arus. “Dalam berbisnis, kadang kala, kita mesti berpikir secara holistik atau dari dua sisi,” katanya. Jadi, ibarat koin, melihatnya harus dari dua sisi secara bersamaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Cara ini biasa digunakan orang-orang yang mengalami kemacetan saat menjalankan teori-teori bisnis dari bangku pendidikan. “Sebab, di dunia ini sebenarnya banyak teori bisnis yang hanya melihat dari satu sisi. Padahal masih ada sisi yang lain, yang berbeda sama sekali,” kata Kafi, yang juga penulis buku Anti Marketing –sebuah buku tentang jurus-jurus pemasaran yang edan, ngawur, tapi kreatif. “Ibaratnya, kalau menemui jalan yang mulai macet, supaya mobilnya tetap jalan, ya harus mencari jalan alternatif,” kata pria berambut jabrik ini. Jadi, meski dianggap nyeleneh, sebenarnya jurus-jurus menentang arus bisa dijadikan alternatif dari teori bisnis yang ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Namun, yang patut diingat, memakai jurus-jurus menentang arus bukan tanpa risiko. Untuk mengenalkan cita rasa rokok mild, misalnya, membutuhkan waktu 3-5 tahun. “Sampai 1995 saja A Mild belum dikenal konsumen. Buktinya, kalau kami membagi-bagi sampel gratis pun masih ada konsumen yang tidak mau,” tutur Sendi Sugiharto. Salah satu kendala yang paling berat untuk mendorong kesuksesan A Mild, tambah Sendi, adalah terus meyakinkan pasar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Akhirnya Sampoerna memutuskan untuk melakukan edukasi pasar dan terus meyakinkan tim pemasaran dan wiraniaganya agar mau terus menjual. Hasilnya tidak sia-sia. Dengan brand “Bukan Basa Basi”, tahun 2004 A Mild bisa menguasai 8% pangsa pasar rokok mild, atau lebih dari 200.000 batang per tahun. Ia diikuti oleh para pesaingnya, seperti Star Mild dan X Mild (Bentoel), LA Light dari Djarum Kudus, dan yang terakhir Gudang Garam Nusantara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Menurut Siwo, menerapkan jurus menentang arus memang berisiko. Salah satunya, harus mau mengedukasi pasar. “Tak mudah mengubah keinginan pasar yang masih perawan, alias blue ocean,” ungkap alumnus Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada ini. Risiko selanjutnya adalah kemungkinan langsung ditiru oleh kompetitor, seperti dalam kasus A Mild dan BreadTalk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Memang begitulah, sesuai namanya, yaitu menentang arus, sudah pasti jurus ini akan berhadapan melawan arus. Untuk berhasil, yang menerapkannya mesti punya tenaga ekstra. Namanya saja menentang arus. Jika tanpa tenaga ekstra, ia malah bakal hanyut terbawa arus … lalu tenggelam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;Jurus-Jurus Menentang Arus Itu ….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;Lupakan Sukses Masa Lalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tak ada kesuksesan yang abadi. Sebelum masa suram itu tiba, mulailah dari sekarang untuk melupakan masa lalu (baca: kesuksesan Anda). “Salah satu langkah awal membuat jurus menentang arus adalah melupakan formula, strategi, dan semua sendi-sendi kesuksesan perusahaan atau bisnis di masa lalu,” ungkap Yuswohady. Sebab, biasanya, keberhasilan masa lalu bisa dengan mudah diikuti oleh para kompetitor. Sebagai generasi ketiga, Putera Sampoerna mau melupakan kejayaan rokok kreteknya dengan meluncurkan A Mild.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;Tabrak Saja Tradisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Siapa yang bakal mengira bisa melihat cara membuat roti di sebuah mal? Dengan konsep open kitchen, BreadTalk sukses menggabungkan pikiran, rasa, dan mata. Atau, Anda mungkin masih ingat pada 1980-1990, tren minuman dalam kemasan banyak yang berbentuk botol. Namun, Extra Joss justru berani membuat minuman kemasan sachet. Sukses ternyata bisa dicapai kalau ada keberanian menabrak tradisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;Anti Manajemen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Jargon ini terkesan ekstrem. Teori manajemen mengajarkan pentingnya perencanaan, target, eksekusi, dan evaluasi. Namun, Bob Sadino justru bertolak belakang. Ia tak pernah memakai ilmu manajemen. “Sebenarnya langkah bisnis saya adalah langkah seribu,” gurau Bob. Tak ada manajemen, feeling, atau insting yang dipakai Bob dalam berbisnis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;Distribusi Itu Tidak Penting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sukses sebuah produk sangat tergantung pada distribusinya. Namun, ini tak berlaku bagi kaus Dagadu di Yogyakarta dan kaus Joger dari Bali. Semua orang mengakui bahwa dua produsen kaus itu dikenal kreatif memainkan kata-kata. Namun, Dagadu dan Joger tak pernah mau membuka cabang di kota lain. Cara ini justru membuat produknya laris dan banyak dicari. Kaus Dagadu diproduksi 5.000-10.000 potong per bulan. Akibat pembatasan distribusinya, mereka yang ingin memilikinya harus datang ke Yogya atau Bali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;Lupakan Ijazah, Lupakan Sertifikat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Purdi E. Chandra, pendiri sekaligus dirut Primagama, sukses membesarkan lembaga bimbingan tes-nya yang kini beromzet Rp100 miliar per tahun. Kunci sukses Purdi justru tidak mengandalkan ilmu pendidikan formalnya. “Jadilah pengusaha yang cerdas di lapangan, di jalanan, dan berani menentang teori dari sekolah formal,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;Harga Tak Usah Masuk Akal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Lion Air berani membanderol harga tiket pesawat 50% lebih murah dari semua harga tiket pesawat yang berlaku di semua maskapai saat itu. Hal serupa terjadi untuk pembelian kartu perdana dari IM3 dan Kartu As dari Telkomsel. Dengan harga beli Rp 15.000, konsumen bisa mendapatkan nomor perdana dan pulsa senilai Rp 25.000.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;Tak Perlu Menjadi yang Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tak selamanya menjadi yang kedua, atau pengikut, selalu gagal. Dalam kasus internet banking, meski LippoBank yang menjadi pionirnya, kini justru BCA yang memimpin. Begitu juga dengan bisnis kartu kredit. Pencetusnya adalah Bank Duta, tetapi kini yang menikmati booming kartu kredit adalah Citibank.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dikutip dari Majalah Warta Ekonomi Edisi 8 Agustus 2005.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-8530506283665606061?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/8530506283665606061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=8530506283665606061' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/8530506283665606061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/8530506283665606061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2009/03/lupakan-masa-lalu.html' title='Lupakan Masa Lalu!'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SaqWpOs8KeI/AAAAAAAAAFA/yVrltU_yztQ/s72-c/Catur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-6862825747587805470</id><published>2009-02-28T22:47:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T23:00:35.773-08:00</updated><title type='text'>Rokok Tidak Berbahaya!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/Saowngbz2rI/AAAAAAAAAE4/muMLRFO29_Y/s1600-h/Rokok+ahhh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/Saowngbz2rI/AAAAAAAAAE4/muMLRFO29_Y/s320/Rokok+ahhh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308108566089161394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak orang menghawatirkan bahaya rokok dan menakutinya, tapi setelah diselidiki oleh beberapa pakar dalam bidangnya ternyata rokok itu sama sekali tidak berbahaya. Kemudian para pakar sepakat untuk membuktikannya dengan mengambil dari beberapa hikayat pada zaman dahulu kala di mana pada waktu itu nenek moyang kitapun telah membuktikannya melalui beberapa percobaan, buktinya Seperti cerita di bawah ini, dia tetap sehat walafiat. Untuk lebih jelasnya dapat dibuktikan lewat penemuan oleh beberapa dari ahli di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pada zaman dahulu kala, Ada tiga orang dokter. Mereka Selalu bersama kemana saja mereka pergi. Tapi Ketiga-tiganya memiliki kegemaran berlainan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;A. Dr Deni (suka main perempuan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;B. Dr Dharma (suka minum minuman keras)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;C. Dr Hengky (suka segala jenis rokok)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Suatu Hari ketiga sahabat ini berjalan jalan tanpa tujuan. Tiba-tiba ketiganya bertemu dengan sebuah Ketel/kendi (seperti cerita Aladin). Lalu salah seorang mengambilnya lalu menggosok-gosokkan Ketel tersebut. Sejurus kemudian ASAP keluar dari corong ketel tersebut dan secara perlahan berganti menjadi satu mahluk yang menyeramkan yakni sesosok jin yang ganas. Lalu jin tersebut tertawa: “Ha ha ha…” dan berkata “Akulah Jin Ifrit! Karena kamu telah membebaskan aku dari ketel itu maka Aku akan tunaikan apa saja permintaan kamu sekalian.” Ketiga sahabat yang pada mulanya panik Dan takut menjadi gembira lalu termenung berpikir tentang peluang dan kemauan masing-masing yang mungkin hanya sekali mereka jumpai dalam hidup mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Lalu mereka Memilih kemauan mengikuti kegemaran masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Berkatalah si A, “Aku mau perempuan-perempuan muda dari berbagai bangsa di seluruh dunia dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun.” Pufff ……..!! Dengan sekejap Mata jin itu menyempurnakan permintaan si A.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Berkata siB, “Aku mau semua jenis arak dari seluruh dunia untuk bekal selama sepuluh tahun Dan letakkan dalam sebuah gua tertutup Dan jangan ganggu aku selama 10 tahun.” Pufff ……… !! Dengan sekejap Mata jin itu menyempurnakan permintaan si B.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Berkata pula si C, “Aku mau semua jenis rokok dari seluruh dunia untuk bekal selama sepuluh tahun dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun.” Pufff ………. !! Dengan sekejap Mata jin itu menyempurnakan permintaan si C.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah genap 10 tahun, maka jin tersebut muncul kembali untuk membuka pintu gua masing-masing sebagaimana yang dijanjikan. Maka jin tersebut pergi membuka pintu gua si A, ketika dibuka maka keluarlah si A dengan keadaan kurus kering, berdiripun tidak bisa karena tidak sanggup untuk menggerakkan lutut sebab Hari-Hari hanya memuaskan nafsu dengan perempuan. Tiba-tiba si A pun jatuh ketanah lalu mati!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah itu jin tersebut pergi ke gua si B, ketika pintu dibuka maka keluarlah si B dengan perut yang sangat buncit karena hari-hari mabuk-mabukan. Jalanpun terhuyung-huyung. Tiba-tiba si B pun jatuh ketanah lalu mati !!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah itu jin pergi ke gua si C Dan membuka pintu gua. Tiba-tiba si C keluar dalam keadaan sehat walafiat dan terus MENAMPAR si jin sambil memaki si jin, ia berkata: “JIN GUOBLOOOKK ….!!!! KOREKNYA MANA …???”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Moral cerita: “Rokok tak berbahaya sepanjang tidak ada koreknya.“&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-6862825747587805470?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/6862825747587805470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=6862825747587805470' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/6862825747587805470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/6862825747587805470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2009/02/rokok-tidak-berbahaya.html' title='Rokok Tidak Berbahaya!'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/Saowngbz2rI/AAAAAAAAAE4/muMLRFO29_Y/s72-c/Rokok+ahhh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-2256076206304169471</id><published>2009-02-28T22:01:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T22:55:40.483-08:00</updated><title type='text'>1001 Pendapat Rokok</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SaosW9kb6NI/AAAAAAAAAEw/f-6RuqIvjbc/s1600-h/ngerokok+ah.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 108px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SaosW9kb6NI/AAAAAAAAAEw/f-6RuqIvjbc/s320/ngerokok+ah.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308103883805681874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Naaah... di sini pendapat-pendapat mengenai pro dan kontranya tentang rokok. Ada yang tahu bahaya rokok tapi tetap merokok, ada yang bingung apa enaknya rokok, adapula yang bingung mengapa rokok beracun, di sini saya kutip sebagian teks mereka dan saya link kan ke alamat postingannya.  Setiap paragraph adalah satu postingan yang berbeda.Walau tidak mungkin semua pendapat saya kutip tapi minimal kita bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda mengenai pendapat mereka tentang rokok.  Tapi ada satu kisah yang menceritakan bahwa &lt;a href="http://clubnicotine.blogspot.com/2009/02/rokok-tidak-berbahaya.html"&gt;rokok ga berbahaya lho&lt;/a&gt;.Tentunya  kita lebih bijaksana andai kita mendengar dan melihat dari sudut pandang yang berbeda sebelum kita memutuskan kesimpulan yang mungkin dapat menjadikan jalan tengah yang baik mengenai Pro dan Kontra Fatwa Haram Rokok oleh MUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://iisk4.wordpress.com/2008/09/22/rokok-tidak-berbahaya/"&gt;Nah, disinilah pokok permasalahannya. Gejala awal stress bisa diobati, salah satunya adalah dengan rokok. Jadi kesimpulannya, dengan mengkonsumsi rokok dapat meredakan stress. Dengan redanya stress, bisa menghindarkan kita dari gangguan psikis, yang secara otomatis menghindarkan kita dari stroke. Logikanya begitu khan?? Namun tentu ada pembenaran lain yang lebih bisa dipertanggungjawabkan. Ulasan tidaklah banyak berarti jika dibandingkan dengan penelitian yang ilmiah. Jadi, its all up to you guys. The choice is yours….&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://okisukirman.wordpress.com/2007/11/18/rokok-berbahaya-antara-realita-dan-fakta/"&gt;Anehnya walaupun telah dinyatakan berbahaya namun kuantitas perokok tidak kunjung berkurang bahkan cenderung bertambah. Berdasarkan data Susenas 2001, Pravalensi perokok pada laki-laki sebesar 62,2 % dan perempuan 1,7 %. Angka ini meningkat drastis dibandingkan tahun 1995, dan diperkirakan beberapa tahun mendatang akan terus meningkat seiring getolnya promosi-promosi rokok di media-media.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090102235916AA9EiBd"&gt;seharusnya,, bagi para perokok ( mungkin seperti saya) di berikan pertanyaan : apakah alasan jitu stop merokok,, yang konon merokok berbahaya bagi kesehatan,&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090102235916AA9EiBd"&gt;banyak bukti ilmiah juga menyebutkan, berhenti merokok akan membuat tubuh lebih sehat,, makanan pun bisa di terima tubuh dengan baik, karena metabolisme lebih lancar,,, keluhan batuk juga menghilang.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090102235916AA9EiBd"&gt;yang pasti, tubuh jadi lebih sehat, hanya dalam hitungan menit setelah Anda lepas dari kebiasaan merokok,, yang dilihat seiring dengan berjalannya waktu, berikut ini :&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://tausyiah275.blogsome.com/2006/09/23/bahaya-rokok-dan-nikotin-di-dalamnya/"&gt;Kelegaan yang anda nikmati dari setiap batang rokok hanyalah sementara dan gejala-gejala tersebut akan kembali semula. Anda kemudian akan menyalakan sebatang lagi rokok dan tidak lama kemudian , anda menjadi ketagihan kepada nikotin.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://tausyiah275.blogsome.com/2006/09/23/bahaya-rokok-dan-nikotin-di-dalamnya/"&gt;Secara perlahan nikotin akan mengakibatkan perubahan pada sel-sel otak perokok yang menyebabkan anda merasa perlu merokok lebih banyak untuk mengatasi gejala-gejala ketagihan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.wahyureza.com/2008/08/renungan/bahaya-merokok/"&gt;Bahkan rokok menjadi sumber pendapatan utama negara. Tidak percaya? Pajak cukai rokok dapat mencapai angka Rp 20.000.000.000.000,00 (20 trilyun rupiah) per tahunnya dan terus berkembang tiap tahunnya [1]. Berterimakasihlah pada para perokok yang telah mempertebal pundi-pundi kas pemasukan APBN.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://organisasi.org/efek-bahaya-asap-rokok-bagi-kesehatan-tubuh-manusia-akibat-sebatang-rokok-racun-ketagihan-candu-buang-uang-dan-dosa"&gt;Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain sebagainya. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok, karena anda adalah orang yang smart / pandai.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://organisasi.org/efek-bahaya-asap-rokok-bagi-kesehatan-tubuh-manusia-akibat-sebatang-rokok-racun-ketagihan-candu-buang-uang-dan-dosa"&gt;Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan ngerokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti merokok.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://riyogarta.com/2008/02/29/tips-mengurangi-kebiasaan-rokok/"&gt;Kata banyak orang yang saya temui, untuk stop merokok itu tidak bisa dengan mengurangi, tetapi harus langsung stop tidak merokok sama sekali. Apa iya? Saya mungkin salah satu orang yang ingin membuktikan bahwa stop merokok bisa melalui tahap mengurangi hingga sama sekali tidak merokok. Tips dibawah ini sudah saya lakukan dan sudah terbukti secara signifikan mengurangi kebiasaan merokok. Dulu saya bisa menghabiskan 2 sampai dengan 3 bungkus rokok dalam sehari, saat ini saya mengabiskan 1 bungkus rokok untuk waktu 1 minggu bahkan lebih. Terkadang rasa rokok juga sudah menjadi asem karena terlalu lama terbuka.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://riyogarta.com/2008/02/29/tips-mengurangi-kebiasaan-rokok/"&gt;Berikut tips mengurangi rokok:&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-2256076206304169471?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/2256076206304169471/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=2256076206304169471' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/2256076206304169471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/2256076206304169471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2009/02/1001-pendapat-rokok.html' title='1001 Pendapat Rokok'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SaosW9kb6NI/AAAAAAAAAEw/f-6RuqIvjbc/s72-c/ngerokok+ah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-8342271842110593609</id><published>2009-02-28T21:30:00.000-08:00</published><updated>2009-03-22T21:21:00.402-07:00</updated><title type='text'>Nilai InvestasiTembakau Papi Ploso</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SaoftHAkkXI/AAAAAAAAAEo/wa2Q2U9kI5U/s1600-h/Tembakau.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 147px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SaoftHAkkXI/AAAAAAAAAEo/wa2Q2U9kI5U/s320/Tembakau.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308089970645569906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rokok suatu barang yang fenomenal karena pembicaraan yang hangat saat ini karena terdapat pro dan kontra, tapi rokok masih termasuk barang primer yang masih banyak di cari masyarakat. Keberadaan rokok masih tetap di butuhkan karena selain membuka lapangan kerja juga sebagai penghasil pajak terbesar bagi Negara dari nilai cukai rokok.  Kota Malang adalah kota di mana perusahaan rokok paling banyak se Jawa Timur dan perusahaan rokok terbanyak ke 2 seluruh Indonesia setelah Kota Kudus, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prospek di bidang ini masih sangat terbuka lebar. &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://forum.kompas.com/kesehatan/12537-rokok-dan-perokok-di-indonesia-dan-dunia.html"&gt;(&lt;b&gt;Di Asia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak jumlah perokok yang mencapai 146.860.000 jiwa).&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dan terbanyak pertama dunia perokok remaja.&lt;br /&gt;Tembakau adalah salah satu bahan baku utama pembuatan rokok di samping chaos dan cengkeh. Terdapat 47 jenis tembakau yang tersebar di nusantara ini, salah satunya adalah tembakau Pakpi. Tembakau ini termasuk tembakau jawa yang pengolahannya terbagi atas empat cara dan di sebuat sebagai Hang Pakpi, Rajangan Pakpi Ploso (RPP), Krosok pakpi (Janturan) dan NS-0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tembakau ini di hasilkan di daerah ploso jombang dan terbagi atas dua jenis tembakau pakpi yaitu Pakpi Jinten (Sambujo) dan Pakpi Manila. Semua jenis dan sistem pengolahan yang berbeda beda tersebut mempunyai tujuan pemasaran dan komposisi bahan baku rokok yang berbeda pula. Setiap pabrik mempunyai selera yang berbeda-beda karena akan berpengaruh terhadap rasa rokok tersebut. Keunikan tembakau jenis ini adalah rasa dan aroma yang khas sehingga semua jenis rokok kretek pasti memakai tembakau Pakpi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tembakau Pakpi di pakai oleh semua jenis rokok kretek maka sangat terbuka prospek bisnis dalam penjualan tembakau jenis Pakpi karena selain kami sangat mengenal wilayah penanaman favorit, juga kami sangat mengetahui hasil tembakau yang baik dan dapat di terima oleh selera pabrikan pada umumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Usaha jual beli dan penyedia tembakau jenis pakpi ini kami lakukan  ketika kami mendapatkan kepercayaan dari beberapa pabrik besar, pabrik kecil dan supplier tembakau di daerah malang dan Sidoarjo untuk memilihkan dan mengirimkan tembakau ke tempat mereka masing-masing yang sebelumnya kami hanya mendapatkan fee dari pembelian dan penjualan tembakau tersebut. Berarti selama ini pembangunan relationsheep secara individu dan professional antara kami dengan konsumen sudah tercipta dan terbangun dengan baik. Hal ini akan memudahkan untuk penjualan karena market yang sebelumnya telah ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Di tahun ini kami berencana membeli tembakau hasil panenan langsung dari para petani dan pengepul yang sebelumnya hanya di beri modal oleh pabrikan tapi saat ini kamilah yang membelikan dan menyediakan tembakau untuk pabrikan sehingga akan mendapatkan keuntungan berlipat. Selain itupula kami dapat menyimpan tembakau tersebut selama minimal 1 tahun sampai tembakau benar-benar siap pakai sehingga harganya pun akan berlipat lagi karena pabrikan bisa langsung pakai tanpa harus menyimpan dan merawat tembakau tersebut terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setiap tahunnya pabrik Sampoerna melakukan pembelian kurang lebih 15000 ton yang kesemuanya di sediakan oleh pengepul kepercayaan Sampoerna dan telah 15 tahun kami adalah salah satu partner terpercaya sebagai rekanan pembelian tembakau Pakpi baru. Saat ini kapasitas kami hanya mampu menyediakan tembakau baru sekitar 1000 ton pertahun. Sedangkan untuk penyediaan tembakau baru untuk pabrik kecil dan pengepul di Sidoarjo dan Malang kami sanggup menyediakan kurang lebih 700 ton dengan stagnan stok dan 400 ton dengan perputaran normal. Maksudnya dari pembayaran tunai 400 ton awal kami belikan lagi tembakau untuk memenuhi kebutuhan mereka sampai terpenuhi 700 ton. Penjualan tembakau ini karena terbinanya hubungan baik dan saling mempercayai antara kami dan suplier yang telah di bina selama bertahun-tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pembelian dari petanipun harus dilakukan dengan uang tunai walau penjualan kami tunai tetapi terdapat jeda waktu yang sangat signifikan walaupun hanya sekitar 7 sampai 12 hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dalam pembelian tembakau baru panen dimana pabrikan Besar seperti Sampoerna membuka pembelian, banyak hal yang bisa kita dapatkan selain nilai selisih antara pembelian dengan penjualan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Karena pengalaman dan keahlian yang kami miliki kami dapat memprediksi gread tembakau di saat pembelian gread rendah tapi kami bisa memprediksi gread tersebut dapat di terima oleh pabrikan besar dengan harga gread yang lebih tinggi. Sehingga memberikan celah mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Hal yang mungkin terjadi  adalah di saat tembakau tersebut di sortir pabrikan adalah terjadinya tembakau afkir atau tembakau yang tidak memenuhi syarat di pakai oleh pabrik, banyak hal yang mempengaruhi penilaian tersebut, selain suasana hati sang Greader,istilah untuk orang yang memilih tembakau, juga terpengaruh oleh aroma dan warna tembakau. Tapi dengan keahlian dan pengalaman kami hal tersebut dapat di minimalisir sehingga tembakau afkir akan terjadi maximal 5% dari total jumlah pengiriman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tembakau afkir tersebut sudah pasti terjual kepada pabrikan yang lebih kecil yang sudah kami bangun sebelumnya yang saat ini sudah order rutinitas minimal 700 ton per musiman. Hal ini memberikan keleluasaan untuk melakukan pembelian lagi dari petani disaat pabrik besar sudah tutup gudang, saat inilah tembakau yang ada mengalami penurunan yang sangat signifikan yang biasanya mencapai 50%. Hal ini akan menurunkan beban modal yang sebelumnya telah diafkir dengan harga yang tinggi. Strategi ini sangat tepat dan tidak di miliki oleh kebanyakan pembeli dan ini adalah kesempatan yang sangat baik karena nilai lebih kami yang telah menjalin hubungan dengan banyak pabrik lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;MODAL USAHA   :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Modal yang di perlukan adalah Rp 4.000.000.000 ( Empat Milyar Rupiah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;PEMASARAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;1. Produk dan Segmentasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tembakau jenis Pakpi yang sesuai dengan selera konsumen dan pemenuhan kapasitas kebutuhan tembakau pakpi yang berkualitas.Segementasi usaha ini adalah Pabrik besar seperti Sampoerna, Bentoel dan Djarum, pabrik-pabrik kecil dan menengah di kota malang dan Sidoarjo juga penyediaan barang untuk Suplier besar di kota Malang yang menjalin kerja sama sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;2. Permintaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sampoerna rata-rata setiap tahun memerlukan Kurang lebih 15.000 Ton dan hanya membeli dari pengepul atau mitra terpercaya, dan kami adalah salah satu mitra terpercaya Sampoerna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;3. Perkiraan Permintaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kualitas tembakau sangat rentan dan terpengaruh secara signifikan oleh cuaca dan suhu wilayah, diperkirakan panen tahun ini akan sangat baik karena cuaca yang akan bersahabat seperti halnya tahun 1989, 1999, 2006dan 2009. Ini akan sangat mempengaruhi permintaan yang sangat banyak. Hal ini juga di pengaruhi oleh panen tahun lalu yang kurang memuaskan dan mengalami penurunan permintaan. Sehingga pembelian tahun ini akan meningkat untuk memenuhi stok yang kurang di tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;4. Pesaing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pesaing sangat sedikit sekali karena kami adalah salah satu mitra Sampoerna terpercaya sejak 15 tahun lalu dan kurangnya pesaing di sebabkan modal yang sedikit dan kurang memahami karakter tembakau yang di inginkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;TEKNIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Lokasi Usaha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dilaksanakan di daerah penghasil terbaik jenis tembakau ini yaitu di daerah Kabuh Jombang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;KEUANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Analisa Keuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dalam analisa investasi kami menggunakan 2 metode, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;1. Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali investasi    dengan menggunakan keuntungan ditambah penyusutan. Payback Period usaha ini adalah 6 Bulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;2. Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat bunga yang akan menjadi nilai sekarang dari proceeds yang diharapkan yang akan diterima, sama dengan nilai sekarang dari pengeluaran modal. IRR yang baik jika lebih besar dari tingkat suku bunga Bank. IRR dalam 12 Bulan adalah 18%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;METODOLOGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Metode yang di gunakan adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Likuiditas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;adalah ukuran kemampuan usaha dalam memenuhi kewajiban lancarnya, minimal 1 atau 100%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Profitabilitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kemampuan usaha dalam menghasilkan laba dengan jumlah harta yang telah ditanamkan, dapat diukur dengan ROI (Rate of return Of Investment) dan ROE (Rate of return On Equity). ROI dan ROE yang baik lebih besar dari suku bunga bank.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bulan ROI ROE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bulan -1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bulan -2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bulan -3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bulan -4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bulan -5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bulan -6-10%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Terlihat ROI dan ROE pada akhir pinjaman sudah lebih dari suku bunga bank dan makin meningkat sehingga dapat dinyatakan proyek ini layak dibangun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Benar-benar investasi yang menarik bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari saya posting catatan harian ini, teman-teman dari kalangan sendiri mencoba melacak no.HPku dan mereka sangat berharap untuk bisa bergabung dengan team saya dalam pembelian ini. Maka dengan ini saya hanya menulis artikel catatan harian dan berniat baik untuk berbagi pengalaman dan strategi. Bukan.. Bukan saya memerlukan sejumlah uang di atas. Keuangan, team dan strategi sudah seatle dan mantap terbentuk sejak lama... Mohon maaf Sobat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-8342271842110593609?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/8342271842110593609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=8342271842110593609' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/8342271842110593609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/8342271842110593609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2009/02/nilai-investasitembakau-papi-ploso.html' title='Nilai InvestasiTembakau Papi Ploso'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SaoftHAkkXI/AAAAAAAAAEo/wa2Q2U9kI5U/s72-c/Tembakau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-3402643268228888872</id><published>2008-11-12T22:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T22:58:57.583-08:00</updated><title type='text'>Cara Jitu Mengelabuhi Bea Cukai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SRvQEgO93pI/AAAAAAAAADw/o3cxKpNuc24/s1600-h/peti.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 86px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SRvQEgO93pI/AAAAAAAAADw/o3cxKpNuc24/s320/peti.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268032964930690706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sebuah keluarga di sebuah Provinsi Selatan China , dibingungkan saat peti jenazah dari nenek mereka tiba dari Amerika. Peti itu dikirimkan oleh salah satu sepupu mereka di sana .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Jenazah nenek mereka nampak sangat terhimpit di dalam peti dan tidak ada ruang lagi yang tersisa. Saat mereka membuka tutup peti jenazah itu, mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;menemukan sebuah surat di atasnya dan isinya adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sepupuku yang terkasih,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bersama ini aku kirimkan tubuh nenek karena dia ingin untuk dikremasikan di tanah leluhur kita di Tung Shin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Maaf aku tidak bisa datang karena gajiku sudah tidak bersisa lagi. Kalian akan menemukan di dalam peti, di bawah tubuh nenek, 12 kaleng Yohmeitsu, 10 kantong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;coklat Swiss! Dan beberapa kantong Chinatown Lap Cheong. Itu semua untuk kalian, dibagi rata, ya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Di kaki nenek, kalian akan menemukan sepasang sepatu Nike Air (ukurannya 10) untuk Ah Cu. Juga ada 2 pasang sepatu untuk Ah Mei dan Ah Lien. Semoga ukurannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;cocok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Nenek memakai 6 buah T-Shirt CK (Calvin Klein). Yang ukurannya besar untuk Ah Bak dan yang lain untuk para keponakan. Kalian pilih sendiri yang mana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;2 buah celana jeans Armani yang nenek pakai adalah untuk anak-anak. Jam tangan Rolex yang selama ini Lee Ah Bai inginkan ada di tangan kiri nenek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Untuk bibi Pei Pei , nenek mengenakan kalung, cincin dan anting merk Tiffany yang selama ini engkau inginkan. Itu semua untukmu. Juga ada 6 buah kaos kaki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Polo yang dipakai nenek dibagi juga untuk para sepupu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Jangan lupa, beritahu aku apa lagi yang kalian butuhkan karena kakek akhir-akhir ini juga memburuk kesehatannya. .. aku dapat mengirimkan semua itu saat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;kakek kita kembali ke sana juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Salam manis,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dari sepupumu di Amerika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-3402643268228888872?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/3402643268228888872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=3402643268228888872' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/3402643268228888872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/3402643268228888872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2008/11/cara-jitu-mengelabuhi-bea-cukai.html' title='Cara Jitu Mengelabuhi Bea Cukai'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SRvQEgO93pI/AAAAAAAAADw/o3cxKpNuc24/s72-c/peti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-651585959225822883</id><published>2008-11-12T20:19:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T20:25:12.040-08:00</updated><title type='text'>Putera Sampoerna</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SRur7oBZfiI/AAAAAAAAADo/irkAFky4sFg/s1600-h/putra.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 87px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SRur7oBZfiI/AAAAAAAAADo/irkAFky4sFg/s320/putra.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267993229983841826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Siapa yang tidak kenal dengan Putera Sampoerna? Ya, Putera sempat mencengangkan publik dengan langkahnya melepaskan seluruh saham Sampoerna Group ke Philip Morris Internasional beberapa tahun silam. Berbagai kisah mengiringi keputusan kontroversialnya. Tapi, setelah sekian lama, terbukti bahwa langkah yang ditempuhnya sudah dipikirkan dengan matang. Buktinya, walau sudah melepaskan saham Sampoerna, Putera justru kian sukses. Pria kelahiran Schimdam, Belanda, 13 Oktober 1947 bertenger di urutan kelima pengusaha terkaya di Indonesia versi GLOBE Magazine 2008 dengan total kekayaan US$ 2.42 miliar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sebelum memimpin PT. HM Sampoerna, generasi ketiga Sampoerna ini lebih dulu berkiprah di sebuah perusahaan kelapa sawit milik pengusaha Malaysia. Kala itu, dia bermukim di Singapura bersama istrinya Katie, warga Amerika Serikat keturunan Tionghoa. Dia mulai bergabung dalam operasional PT. HM Sampoerna pada 1980. Enam tahun kemudian Putera menjabat sebagai CEO menggantikan Aga Sampoerna, sang ayah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah ayahnya meninggal pada tahun 1994, Putera semakin aktif menggenjot perusahaan. Putera mengelola perusahaan keluarga ini secara profesional dengan dukungan manajer profesional. Putera dikenal luwes dalam menjalankan roda perusahaannya. Ia tidak hanya lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaan yakni rokok, namun juga jeli melihat peluang bisnis di segmen usaha lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Putera di antaranya berhasil mengekspansi bisnis seperti supermarket dengan mengakuisi Alfa dan mendirikan Bank Sampoerna pada tahun 1980-an. Sayang, bisnis perbankannya ini jeblok. Namun, satu inovasi yang paling diingat orang sampai saat ini adalah gebrakan Putera meluncurkan A Mild, rokok rendah nikotin pertama di Indonesia. Inilah yang menunjukkan Putera sebagai seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Sensasinya membuat rokok rendah nikotin akhirnya diikuti oleh banyak perusahaan rokok lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tetapi, sensasi paling mengagetkan dari kiprah Putera Sampoerna adalah adalah keputusan menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna Tbk sebanyak 40 % ke Philip Morris Internasional pada bulan Maret 2005. Inilah keputusan yang dianggap merubah sejarah perusahaan keluarga yang dirintis kakeknya. Padahal saat itu, perusahaan rokok Sampoerna sedang dalam posisi yang sangat baik yaitu menguasai 19,4 % pasar rokok di Indonesia dengan laba bersih Rp15 triliun. Putera berani melepas zona nyamannya di bisnis rokok untuk menjemput pasar masa depan dengan mengubah langkah bisnisnya dari rokok ke argoindustri dan infrastruktur. Apakah langkahnya kali ini mampu tetap membuatnya jadi pengusaha sukses di Indonesia? Kita tunggu saja kiprahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Putera Sampoerna, generasi ketiga keluarga Sampoerna ini memang seorang pebisnis yang sangat visioner. Dengan kelihaian melihat pangsa pasar membuat Sampoerna bertengger menjadi perusahaan rokok yang sangat besar di Indonesia. Keputusan sensasionalnya membuat dirinya justru semakin berkibar di jajaran pengusaha besar Indonesia. Langkah mengubah haluan dari ‘zona nyaman' untuk mencari terobosan ke depan patut dijadikan contoh, bahwa keputusan berani kadang perlu diambil untuk mencapai tingkat sukses berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-651585959225822883?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/651585959225822883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=651585959225822883' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/651585959225822883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/651585959225822883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2008/11/putera-sampoerna.html' title='Putera Sampoerna'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SRur7oBZfiI/AAAAAAAAADo/irkAFky4sFg/s72-c/putra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-1467589457087337849</id><published>2008-11-07T20:42:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T20:49:31.588-08:00</updated><title type='text'>Pencipta Tiga Rokok Mild yang Fenomenal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SRUZvwNmDbI/AAAAAAAAADg/hwbGyv8HsaA/s1600-h/mild.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 89px; height: 66px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SRUZvwNmDbI/AAAAAAAAADg/hwbGyv8HsaA/s320/mild.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266143647466130866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Muhammad Warsianto merupakan arsitek lahirnya beberapa produk blockbuster rokok mild terkemuka di Indonesia yakni A Mild (Sampoerna), Star Mild (Bentoel) dan Class Mild (PT NTI Indonesia, bagian dari Grup Nojorono Kudus). A Mild menguasai sekitar 60% pangsa pasar rokok mild. Posisi kedua dipegang Class Mild. Sementara di urutan kedua diduduki Star Mild dan LA Light dalam porsi berimbang. Total keempat merek itu menguasai 90% rokok mild di Indonesia. Adapun sisanya dipegang rokok mild lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pria kelahiran Semarang, 18 Oktober 1955 itu menempuh pendidikan hingga SMA di Kudus karena kedua orangtuanya bertugas sebagai guru SD di kota tersebut. Lulus SMA ia melanjutkan pendidikan ke Jurusan Teknologi dan Mekanisme Pertanian di IPB (1975-1979).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Karena kira-kira setahun dalam matrikulasi pendidikan IPB diajarkan tentang Agronomi Pertanian maka setelah lulus pada 1979 ia mengikuti management trainee BAT (British American Tobacco) di Bali untuk bercocok tanam tembakau. Di sana karirnya dimulai sebagai Tobacco Buying Officer dengan tambahan tugas membina petani serta melakukan percontohan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pada waktu itu posisi rokok putih di Indonesia masih merajai pasar rokok Indonesia dengan merek-merek terkenal produksi BAT seperti Ardath, Commodore dan 555.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setahun di Bali kemudian Warsianto dipindahkan ke Lombok juga untuk mengembangkan tanaman tembakau jenis Virginia di sana selama setahun. Saat ini Lombok sudah menjadi sentra produksi tembakau Virginia terbesar dunia yang ada di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dari Lombok kemudian ia dipindahkan ke pabrik BAT di Kobong, Kaligawe, Semarang. Waktu itu BAT memiliki dua pabrik yakni di Semarang dan Cirebon. Tetapi pusat peracikan tembakau atau lazim disebut Tobacco Blender hanya terdapat di kota Semarang. Di sinilah ilmu tentang peracikannya diasah dan Warsianto kemudian mengembangkan blending bermacam-macam merek. Bahkan, iseng-iseng, di sela-sela kesibukan kerja, ia meracik rokok sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah bekerja sebagai tobacco blender --- yang bertanggung jawab pada pencampuran rasa atau formulasi tembakau --- di BAT Semarang selama 2 tahun kemudian Warsianto dipindahkan ke kantor pusat BAT di Jakarta sebagai Product Development Manager (1984-1987). Kini tugasnya tidak sekadar mengawasi proses percikan tetapi sudah menyangkut pengembangan produk secara luas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sebagai Product Development Manager BAT itulah Warsianto mulai mengenal pengembangan produk baru. Waktu itu ia antara lain menangani pengembangan Ardath, pergantian desain kemasan (pack design change) dan peluncuran produk baru (launching new product). Jabatan itu menuntutnya kompeten secara teknis maupun pemasaran di lapangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Warsianto mengaku amat bersyukur bergabung dengan perusahaan itu. Karena BAT memiliki sistem manajemen training yang amat jelas dan bagus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ia merasa beruntung karena di sinilah ia mulai dikenalkan dan diajarkan beragam hal seputar rokok. Mulai dari segi flavour, peracikan, penjualan, komunikasi, pemasaran, sampai assesment. Warsianto jadi tahu cara melacak kekuatan dan kelemahan rokok. Yang membuatnya tambah senang, BAT juga menyekolahkannya. Tak heran, baginya, ia memiliki dua universitas: IPB dan BAT. Ilmu pengetahuan pangan didapat dari IPB, sementara ilmu rokok didapat dari BAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sekitar 1988, Sampoerna mengerahkan head hunter untuk mencari eksekutif untuk pengembangan produk baru mereka. Saat itu Putera Sampoerna baru kembali dari AS dan membutuhkan orang-orang yang berpengalaman dan kompeten dalam bidangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah berkarir selama 9 tahun di BAT, Warsianto mengaku tertarik bergabung dengan Sampoerna selain kompensasi yang ditawarkan lebih baik, juga disebabkan di BAT tak mungkin dikembangkan produk berbahan baku sigaret, sesuatu yang dimungkinkan di Sampoerna. Dalam benaknya, ia akan mengembangkan produk baru dengan bahan baku sigaret&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Di Sampoerna, Warsianto menjabat sebagai Head of New Product Development pada usianya yang masih 33 tahun. Pada waktu itu posisi Sampoerna kecil karena omset produk unggulan perusahaan seperti Dji Sam Soe masih kalah dibandingkan Menak Djinggo yang merupakan produk dari Norojono, Kudus. Mulailah Warsianto dan tim manajemen di bawah pimpinan Putera Sampoerna membangun infrastruktur mulai personalia, organisasi dan sistem.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Mala-mula tugasnya adalah melakukan product maintenance Dji Sam Soe dan Sampoerna Hijau. Secara simultan dilaksanakan pula pengembangan produk baru. Di sinilah sejarah A Mild yang merupakan pelopor rokok Mild dimulai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pada waktu itu rokok putih merajai pasar dengan basis daerah Sumatera sebesar 70% dan sisanya 30% ada di Jawa. Dari tahun ke tahun terjadi penurunan dari rokok putih ke rokok kretek. Tetapi penurunannya nggak terlalu cepat karena rokok kretek citranya masih rendah. Karena pada tahun 1988 orang masih malu mengonsumsi rokok kretek. Kalau pun menghisap rokok kretek hal itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi di kamar mandi atau toilet. Sedangkan, bila bergaul dengan teman-teman rokok yang dihisap adalah rokok putih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Waktu itu memang kalau konsumen ingin menikmati rasa mereka cenderung memilih rokok kretek. Karena pada dasarnya orang Indonesia suka yang rokok yang beraroma (spicy) karena terdapat cengkeh, saos berikut rasa manis. Sementara rokok putih terasa tawar (plain).” Ibarat roti rokok putih itu roti tawar tetapi gengsinya menang,” tutur anak sulung 8 bersaudara dari pasangan guru SD, Wardoyo dan Siti Fatimah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Jadi konsumen yang ingin menikmati cita rasa rokok menghisap rokok kretek di rumah sementara untuk pergaulan yang dihisap rokok putih karena lerbih bergengsi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Hal lain yang membuat orang ragu-ragu dengan rokok kretek adalah karena konsumen mulai sadar kesehatan. Pada waktu itu rokok putih memiliki kadar tar dan nikotin rendah. Sementara rokok kretek memiliki kadar tar dan nikotin yang tinggi. “Jadi konsumen agak takut-takut menghisap rokok kretek,” Warsianto menambahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;“Karena ada celah seperti itu akhirnya terpikir mengapa tidak mengembangkan suatu produk sebagai jembatan (bridging) antara rokok putih dan rokok kretek,” katanya. Sebuah produk baru yang mampu memenuhi kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) konsumen dalam dua hal. Pertama, dari segi citra atau penampilan setara dengan rokok putih. Kedua, dalam hal kadar tar dan nikotin juga dapat menjadi lebih rendah sehingga seimbang dengan rokok putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Segera Warsianto membuat studi dan proposal ke manajemen puncak untuk pengembangan sebuah kategori rokok baru yang belakangan lebih dikenal sebagai rokok Mild.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pada dasarnya rokok kretek menggunakan cengkeh yang memiliki kadar eugenol tinggi. Padahal eugenol memiliki kontribusi terhadap kandungan tar sehingga semakin besar euginol maka kadar tar-nya pun juga semakin tinggi.Selain itu, rokok kretek menggunakan tembakau yang berat (heavy) berupa tembakau rajangan yang tidak digunakan pada rokok putih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dari hal semacam itu kemudian Warsianto mulai mengembangkan satu jenis rokok kretek yang bisa dikurangi kadar tar dan nikotin sekaligus memiliki penampilan tidak kalah dibandingkan rokok putih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Demi keperluan itu pada jenis tembakau dilakukan modifikasi dan teknologi pengolahannya dikembangkan meliputi teknologi filtrasi (untuk filter atau penyaring) , teknologi perforasi (untuk ventilasi) dan teknologi prosesnya. Tembakau yang digunakan tetap tembakau rajangan tetapi dipilih yang memiliki kandungan tar dan nikotin tidak terlalu tinggi melalui uji di laboratorium.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Agar tar dan nikotin rendah maka disain sigaret perlu dirumuskan dengan jeli termasuk pemilihan jenis filter dan perforasi untuk ventilasi pada rokok. Dengan cara tersebut dapat diprediksi kadar tar dan nikotin yang diperoleh dengan komposisi tembakau, cengkeh, saos. Dengan rekayasa tertentu dapat dihitung secara matematis kadat tar dan nikotin yang diharapkan. Misalnya, dikehendaki tar 15 dan nikotin 1 maka angka tersebut dimundurkan terlebih dahulu. Kemudian ditetapkan jenis tembakau, filter, perforasi yang digunakan agar hasilnya mendekati dengan bilangan yang dikehendaki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pada 1992 karena ingin menjadi entrepreneur maka Warsianto menjadi partner Markplus bersama Kresnayana Yahya. Di sana ia sempat memegang beberapa klien di antaranya Wismilak dan Cat Emco . Tetapi ia hanya bertahan menjadi konsultan selama 3 tahun saja. ”Tampaknya dunia konsultan bukan dunia saya. Saya memang happy menjadi konsultan tetapi karena dalam banyak hal yang orang lain yang mengerjakannya akhirnya upayanya menjadi kurang optimal karena gagasannya tidak 100 % bisa dijalankan, ” ungkap Warsianto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tahun 1995 ketika terjadi peralihan manajemen PT Bentoel Prima dari pemilik lama ke Grup Rajawali maka Warsianto ditawari menjadi GM Pemasaran. Warsianto diminta Peter Sondakh untuk mengembangkan produk rokok mild baru di perusahaan yang berkantor pusat di Malang itu. Pada waktu itu penjualan Bentoel Biru Internasional sedang mengalami penurunan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pada 5 September 1996 keluarlah Star Mild. Produk itu cukup sukses dengan penjualan tahun 2000 mencapai 5,4 miliar batang. “Rokok itu nilainya tinggi sekali, omsetnya bisa triliunan rupiah, lain dengan customer product yang lain,” kata Warsianto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah 6 tahun bergabung, pada 2001 ia memutuskan keluar dari PT Bentoel Prima dan bergabung dengan NTI Indonesia, salah satu bagian dari PT Nojorono yang selama itu dikenal sebagai produsen rokok kelas bawah seperti Minak Djinggo, Niki dan Niko, pada bulan Juni 2002. Waktu itu, penjualan Star Mild mencapai 5,5 miliar batang per tahun. Alasan kepindahannya sangat sederhana yakni ingin kembali ke Semarang. Selama bertahun-tahun ia bekerja jauh dari anak-istrinya yang tinggal di ibukota Semarang itu. Keluarganya lebih betah di tinggal di Semarang. Kalau di PT Bentoel Prima ia harus bolak-balik antara Malang dan Jakarta maka NTI Indonesia yang berkantor di Kudus hanya berjarak 50 kilometer dari Semarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Melahirkan tiga rokok mild di tiga perusahaan berbeda. Bagaimana Warsianto memandang rokok Mild hasil rancangannya itu? Meski ketiga rokok itu sama-sama mild, bagi dia, ketiganya diciptakan bukan untuk bersaing dan merebut pasar satu sama lain. Yang sebenarnya terjadi, katanya, ketiganya sukses mengembangkan segmen mild di Tanah Air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sekalipun pendatang baru, Warsianto mengaku bangga dengan kinerja Clas Mild. Sebab, hanya dalam setahun, produk ini terjual di atas 1,5 miliar batang, tahun kedua 3,5 miliar batang dan tahun ketiga 5,5 miliar batang. Pertumbuhan tersebut bahkan di atas dua mild pendahulunya. Warsianto memang hebat!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Topic : Business&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;By Ari Satriyo Wibowo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-1467589457087337849?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/1467589457087337849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=1467589457087337849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/1467589457087337849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/1467589457087337849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2008/11/pencipta-tiga-rokok-mild-yang-fenomenal.html' title='Pencipta Tiga Rokok Mild yang Fenomenal'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SRUZvwNmDbI/AAAAAAAAADg/hwbGyv8HsaA/s72-c/mild.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-5904001274455204205</id><published>2008-10-24T23:38:00.002-07:00</published><updated>2008-11-03T00:44:42.857-08:00</updated><title type='text'>Prakataku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SQK6vtb8koI/AAAAAAAAACs/SW6DXjWGCrY/s1600-h/Mulut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 112px; height: 107px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SQK6vtb8koI/AAAAAAAAACs/SW6DXjWGCrY/s320/Mulut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260972643535590018" border="0" /&gt;K&lt;/a&gt;arya besar dalam hidupku. Segenap tenaga dan pikiran saya curahkan untuk membangun kerajaan untuk keluargaku. Bersama Bapak, aku membanting tulang siang dan malam bekerja demi memenangkan ego yang sempat terkubur dalam berbisnis. Bermula bermodalkan 60 juta, kami berjuang memajukan perusahaan ini, Tapi sayang, mereka mencoba merebut semuanya.... dengan egonya pula.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Blog ini sebagai curahan pengalaman dan ilmu dalam menciptakan sebuah MasterPiece yang takkan mudah untuk di capai. Dengan blog ini pula, Ilmu dan Pengalaman ini akan berbagi dan rasa ingin menjadi orang yang berguna dan memberikan kebaikan dalam hidup.&lt;br /&gt;Akhir dari perjuangan melawan noktah...&lt;br /&gt;Campuran ini benar-benar murni dan di sajikan dalam dua versi. Versi yang pertama dalam teks aslinya dan kedua dalam versi prosentase. Versi kedua ini memberikan kemudahan dalam riset dan campuran berjumlah kecil.&lt;br /&gt;Blog ini sengaja saya buat untuk lebih memahami seluk beluk rokok. &lt;a href="http://clubnicotine.blogspot.com/2008/10/tata-cara_24.html"&gt;Cara pembuatan&lt;/a&gt;, alat dan &lt;a href="http://clubnicotine.blogspot.com/2008/10/bahan-penolong.html"&gt;bahan penolong&lt;/a&gt; yang harus di siapkan, kalkulasi, &lt;a href="http://clubnicotine.blogspot.com/2008/10/komposisi-tembakau.html"&gt;komposisi tembakau&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://clubnicotine.blogspot.com/2008/10/tembakau-mentahan.html"&gt;komposisi lengkap chaos&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://clubnicotine.blogspot.com/2008/10/sejarah-rokok_24.html"&gt;sejarah rokok&lt;/a&gt; dan bagaimana rokok bermula dan &lt;a href="http://clubnicotine.blogspot.com/2008/10/pro-kontra.html"&gt;pro-kontra&lt;/a&gt; yang terjadi saat ini.&lt;br /&gt;Blog ini sangat membantu bagi anda perokok aktif maupun perokok pasif untuk mengetahui  bahan yang di gunakan dalam rokok anda memutuskan sebagai perokok aktif atau pasif juga pengusaha-pengusaha rokok sebagai bahan inspirasi mengenai rasa baru, unik dan menjanjikan karena serangkaian rumus dan kalkulasi ini telah terbukti dapat di terima dan di minati oleh masyarakat dan pernah mencapai total penjualan 2000 bal perhari atau 400.000 pak perhari atau 4.800.000 batang perhari karena kualitas campuran yang balance, bermutu dan tidak meninggalkan aroma asli tembakau.&lt;br /&gt;Di sini ada pula halaman info rokok- rokok yang layak anda jual karena secara pribadi telah lulus uji secara pribadi maupun team dan dapat diperkirakan  di terima oleh kalangan masyarakat, &lt;a href="http://clubnicotine.blogspot.com/2008/10/cara-pembuatan-sakarim.html"&gt;info ini&lt;/a&gt; untuk memberikan info untuk para marketer dan agen yang ingin mencoba berbisnis di jalur ini.&lt;br /&gt;Blog inipun dapat membantu anda menilai dan memahami bagaimana rokok di ciptakan, lebih banyak maslahat atau manfaatkah rokok. Anda yang memutuskan dan menilainya.&lt;br /&gt;Satu pertanyaan penting... mengapa komposisi ini tidak pernah ada bahkan tidak akan pernah ada di dunia maya sekalipun? padahal begitu banyak pabrik rokok yang ada di Indonesia?&lt;br /&gt;Ya.. karena kompisisi ini sangat rahasia,dan harganya mahal, jika anda benar-benar menekuni, memahami dan mengikuti langkah demi langkah sesuai yang saya tulis, tentunya anda dapat menjadi pengusaha baru di bidang ini.&lt;br /&gt;Pro kontra yang terjadi di dunia yang satu ini terus mengalami tekanan dari pemerintah. kebebasan untuk merokokpun semakin di persempit di setiap kota. hak azasi seperti apa yang mesti di dahulukan? kebebasan merokok atau kebebasan mendapatkan udara bersih?&lt;br /&gt;Jenis-&lt;a href="http://clubnicotine.blogspot.com/2008/10/jenis-rokok.html"&gt;jenis rokok&lt;/a&gt; apa saja yang ada di Indonesia menurut pengelompokkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog selengkapnya telah saya persiapkan dan siap untuk OnLine, tetapi saya ingin anda yang memutuskan, apakah layak atau tidak rumus-rumus ini saya sajikan dengan gratis dan transparan... Blog sebenarnya akan OnLine setelah ada 100 orang pemberi komentar di Klik &lt;a href="http://clubnicotine.blogspot.com/2008/10/haruskah.html"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Semoga dapat bermanfaat untuk semua pihak....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-5904001274455204205?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/5904001274455204205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=5904001274455204205' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/5904001274455204205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/5904001274455204205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2008/10/se-adalah-karya-besar-dalam-hidupku_24.html' title='Prakataku'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SQK6vtb8koI/AAAAAAAAACs/SW6DXjWGCrY/s72-c/Mulut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-8039037035965702641</id><published>2008-10-24T21:53:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T21:57:45.731-07:00</updated><title type='text'>Jenis Rokok</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SQKnKU7FvjI/AAAAAAAAAB0/u2ufBr4CkPE/s1600-h/Jenis+Rokok.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 132px; height: 125px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SQKnKU7FvjI/AAAAAAAAAB0/u2ufBr4CkPE/s320/Jenis+Rokok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260951110579240498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi rokok, proses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada rokok.&lt;br /&gt;Rokok berdasarkan bahan pembungkus.&lt;br /&gt;• Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.&lt;br /&gt;• Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.&lt;br /&gt;• Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas&lt;br /&gt;• Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.&lt;br /&gt;Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.&lt;br /&gt;• Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.&lt;br /&gt;• Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.&lt;br /&gt;Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan menyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.&lt;br /&gt;Rokok berdasarkan proses pembuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu sederhana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya, material rokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat rokok. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok batangan. Saat ini mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar enam ribu sampai delapan ribu batang rokok per menit. Mesin pembuat rokok, biasanya, dihubungkan dengan mesin pembungkus rokok sehingga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa rokok batangan namun telah dalam bentuk pak. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran berupa rokok dalam pres, satu pres berisi 10 pak. Sayangnya, belum ditemukan mesin yang mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan diameter ujung SKT. Pada SKM, lingkar pangkal rokok dan lingkar ujung rokok sama besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Rokok berdasarkan penggunaan filter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• Rokok Filter (RF): rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• Rokok Non Filter (RNF): rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Cerutu adalah gulungan utuh daun tembakau yang dikeringkan dan difermentasikan, yang – mirip dengan rokok – salah satu ujungnya dibakar dan asapnya dihisap oleh mulut melalui ujung lainnya. Tembakau untuk cerutu terutama dibudidayakan di negara-negara seperti Brasil, Kamerun, Kuba, Republik Dominika, Honduras, Indonesia, Meksiko, Nikaragua, dan Amerika Serikat dengan cerutu dari Kuba dianggap merupakan ikon untuk cerutu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-8039037035965702641?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/8039037035965702641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=8039037035965702641' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/8039037035965702641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/8039037035965702641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2008/10/jenis-rokok.html' title='Jenis Rokok'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SQKnKU7FvjI/AAAAAAAAAB0/u2ufBr4CkPE/s72-c/Jenis+Rokok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-6328595639660391752</id><published>2008-10-24T21:41:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T21:53:30.329-07:00</updated><title type='text'>Pro Kontra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SQKkHLpDyOI/AAAAAAAAABs/B4AZZ9meo5w/s1600-h/Versus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 129px; height: 87px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SQKkHLpDyOI/AAAAAAAAABs/B4AZZ9meo5w/s320/Versus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260947758013204706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tar dan Nikotin&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tar adalah total material dari asap rokok, yang terdiri dari partikel-partikel kecil dikurangi air dan nikotin, yang terkumpul oleh sebuah filter pad dari cara pengetesan mesin yang diharuskan oleh komisi perdagangan federal, FTC. Tar seringkali disebut sebagai substan yang 'jelek' yang diasosiasikan kepada resiko kesehatan dari merokok. Nikotin adalah zat alkaloid yang ada secara natural di tanaman tembakau dan merupakan konstituen asap tembakau. Nikotin juga didapati pada tanaman-tanaman lain dari famili biologis Solanacea seperti tomat, kentang, terong dan merica hijau pada level yang sangat kecil dibanding pada tembakau. Zat alkaloid telah diketahui memiliki sifat farmakologi, seperti efek stimulan dari kafein yang meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Penambahan konsentrasi dan pengurangan stres adalah efek paling umum dari merokok yang dilaporkan banyak perokok. Efek dari nikotin itulah yang dipercayai sebagai penyebab kecanduan rokok yang mempengaruhi sistem pusat saraf.&lt;br /&gt;Sejak keberadaan pengetahuan ini mengenai rokok, sejak beberapa dekade yang lalu dunia telah berusahan untuk mengurangi kadar tar dan nikotin untuk menciptakan rokok yang lebih aman. Beberapa perusahaan telah mengadopsi teknologi terbaru dalam usaha mengurangi kadar tar dan nikotin di dalam produk kami. Cara yang paling umum saat ini dalam pengurangan kadar tar dan nikotin adalah melalui ventilasi kertas rokok dan filter yang juga pada kertas tipping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Masalah Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Resiko kesehatan yang diasosiasikan dengan merokok didefinisi utama oleh studi analisis statistik yang menunjukkan bahwa sebuah kelompok orang yang merokok pada jangka waktu lebih lama dan lebih banyak batang rokok per harinya memiliki kemungkinan yang tinggi terkena penyakit yang berhubungan dengan merokok. Mengurangi merokok dan berhenti merokok mengurangi kemungkinan terkenanya penyakit yang berhubungan dengan merokok dari kelompok orang tadi. Bagaimanapun juga studi statistik tadi tidak dapat memprediksikan apa yang akan terjadi kepada perseorangan pribadi yang merokok, karena ada kasus-kasus dimana seseorang telah merokok sejak usia muda hingga usia lanjut dan tidak terkena masalah kesehatan yang berhubungah dengan merokok. Tetapi hampir semua pakar kesehatan menganjurkan untuk tidak merokok. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Satu-satunya cara untuk menghindari masalah kesehatan dari merokok adalah dengan tidak merokok. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Beberapa penyakit yang paling umum sehubungan dengan merokok. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• Kanker paru-paru &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• Kanker bibir, rongga mulut dan faring &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• Penyakit penyumbatan kronis saluran pulmonari (COPD) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• Penyakit jantung koroner (CHD) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tembakau Hasilkan Protein Anti-Kanker &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tembakau tak selalu berkonotasi negatif sebagai penyebab kanker. Ternyata tanaman ini dapat pula menghasilkan protein anti-kanker yang berguna bagi penderita kanker. Itu kata peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), DR Arief Budi Witarto. Proposal penelitian soal inilah yang membawa Doktor Bioteknologi dari Fakultas Teknik, Tokyo University of Agriculture and Technologi, Jepang itu meraih penghargaan dari Badan riset Jerman DAAD dan Fraunhofer di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dalam usulan risetnya itu ia mencoba untuk memproduksi protein penting Growth Colony Stimulating Factor (GCSF) dengan menggunakan tanaman tembakau (Nicotina spp., L.) lokal dari varietas yang paling sesuai genjah kenongo dari 18 varietas lokal yang ditelitinya. Tanaman tembakau ini tidak diambil daunnya untuk memproduksi rokok, tetapi dimanfaatkan sebagai reaktor penghasil protein GCSF, suatu hormon yang menstimulasi produksi darah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Protein dibuat oleh DNA dari tubuh kita, lalu DNA yang dimaksud dimasukkan ke tembakau melalui bakteri. Begitu masuk, tumbuhan ini akan membuat protein sesuai DNA yang dimasukkan. Kalau tumbuhan ini sudah panen, akan diperoleh cairannya berupa protein. Selain untuk protein anti-kanker, GCSF juga dapat menstimulasi perbanyakan sel tunas (stem cell) yang bisa dikembangkan untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh yang sudah rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana yang bener ya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-6328595639660391752?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/6328595639660391752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=6328595639660391752' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/6328595639660391752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/6328595639660391752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2008/10/pro-kontra.html' title='Pro Kontra'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SQKkHLpDyOI/AAAAAAAAABs/B4AZZ9meo5w/s72-c/Versus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-6082688216566410974</id><published>2008-10-24T21:32:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T21:38:38.385-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Rokok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SQKisIf07UI/AAAAAAAAABk/5PSeDApyZxA/s1600-h/sejarah+rokok.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 102px; height: 145px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SQKisIf07UI/AAAAAAAAABk/5PSeDApyZxA/s320/sejarah+rokok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260946193801080130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).&lt;br /&gt;Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat menyebabkan kecanduan, disamping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, dan emfisema.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Blom Ada Judul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Saat ini bisnis rokok makin semarak dan ramai. Terlebih lagi banyak bermunculan merek-merek baru dan persaingan ketat melalui berbagai macam media baik cetak maupun elektronik. Rokok itu sendiri banyak penikmatnya, dari kelas bawah hingga kelas eksekutif. Rokok memiliki banyak fungsi, bisa sebagai eksklusifitas atau hanya sekedar bahasa pergaulan saja. Rokok itu sendiri ada 2 kategori dan beberapa jenis, Kategori kretek dan non kretek. Kretek sendiri pun non filter dan dengan filter. Kretek yang non filter masih terbagi dari yang tingwe (lintingan sendiri)tanpa saus tambahan, cerutu, klobot dan lintingan mesin dengan tambahan saus cengkeh. Sedangkan kretek ini masih terbagi tanpa filter (langsung tembakau) dan dengan filter semacam gabus yang berfungsi menyaring nikotin dari pembakaran tembakau dan cengkeh. Sedang non kretek adalah rokok dengan tembakau essen (buatan) nikotinnya rendah tetapi tarnya yang tinggi. Contohnya Marlboro, Lucky Strike dan dunhill masih banyak yang lainnnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sejarah rokok kretek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Rokok kretek masih anonim dimana pengertian secara spesifik belum ada, tetapi sebagian masyarakat menganggap bahwa rokok kretek itu menggunakan tembakau asli yang dikeringkan dipadukan dengan cengkeh sehingga ketika dihisap bunyi suara kretek2, yang menjadikan simbol kenikmatan penikmat rokok. Berbeda dengan rokok yang menggunakan tembakau buatan, tidak ada suara dan baunya juga agak keras. Masyarakat sudah memiliki anggapan sendiri. Jenis Cerutu merupakan simbol rokok kretek yang luar biasa, semuanya alami tanpa ada campuran apapun, dan pembuatannya tidak bisa menggunakan mesin. Masih manual tangan pengrajin. Disinilah letak kepuasan tersendiri. Untuk lebih jauh ulasan tentang sejarah perkretekan di Indonesia bermula dari kota kudus…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kisah kretek bermula dari kota Kudus. Tak jelas memang asal usul yang akurat tentang rokok kretek. menurut kisah yang hidup dikalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar 1870-1880-an. Awalnya, penduduk asli kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Ia lalu mengoleskan minyak cengkeh. Sakitnya reda. Djamari lantas bereksperimen merajang cengkeh dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kala itu melinting rokok sudah menjadi kebiasaan kaum pria. Djamari melakukan modifikasi dengan mencampur cengkeh. Setelah rutin menghisap rokok ciptaannya. Djamari merasa sakitnya hilang. Ia mewartakan penemuan ini kepada kerabat dekatnya. Berita ini menyebar cepat. Permintaan "rokok obat" ini pun mengalir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Djamari melayani banyak permintaan rokok cengkeh. Lantaran ketika dihisap, cengkeh yang terbakar mengeluarkan bunyi "kemeretek", maka rokok temuan Djamari ini dikenal dengan "rokok kretek". Awalnya, kretek ini dibungkus "klobot" atau daun jagung kering. Dijual per ikat dimana setiap ikat terdiri dari 10 , tanpa selubung kemasan sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Rokok kretek kian dikenal. Namun tak begitu dengan penemunya Djamari diketahui meninggal pada 1890. Siapa dia dan asal-usulnya hingga kini masih remang-remang. Hanya temuannya itu yang terus berkembang. Sepuluh tahun kemudian, penemuan Djamari menjadi dagangan memikat di tangan Nitisemito, perintis industri rokok di Kudus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bisnis rokok dimulai oleh Nitisemito pada 1906 dan pada  1908 usahanya resmi terdaftar dengan merek "Tjap Bal Tiga". Bisa dikatakan langkah Nitisemito itu menjadi tonggak tumbuhnya industri rokok kretek di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Beberapa babad legenda yang beredar di Jawa, rokok sudah dikenal sudah sejak lama. Bahkan sebelun Haji Djamari dan Nitisemito merintisnya. Tercatat dalam Kisah Roro Mendut, yang menggambarkan seorang putri dari Pati yang dijadikan istri oleh Tumenggung Wiroguno, salah seorang panglima perang kepercayaan Sultan Agung menjual rokok "klobot" (rokok kretek dengan bungkus daun jangung kering) yang disukai pembeli terutama kaum laki-laki karena rokok itu direkatkan dengan ludahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Awal usaha Kretek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Nitisemito sendiri seorang buta huruf, dilahirkan dari rahim Ibu Markanah di desa Janggalan dengan nama kecil Rusdi. Ayahnya, Haji Sulaiman adalah kepala desa janggalan. Pada usia 17 tahun ia mengubah namanya menjadi Nitisemito. Pada usia ini, ia merantau ke Malang, Jawa Timur untuk bekerja sebagai buruh jahit pakaian. Usaha ini berkembang sehingga ia mampu menjadi pengusaha konfeksi. Namun beberapa tahun kemudian usaha ini kandas karena terlilit hutang. Nitisemito pulang kampung dan memulai usahanya membuat minyak kelapa, berdagang kerbau namun gagal. Ia kemudian bekerja menjadi kusir dokar sambil berdagang tembakau. Saat itulah dia berkenalan dengan Mbok Nasilah, pedagang rokok klobot di Kudus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Mbok Nasilah, yang juga dianggap sebagai penemu pertama rokok kretek, menemukan rokok kretek untuk menggantikan kebiasaan nginang pada sekitar tahun1870.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Di warungnya, yang kini menjadi toko kain Fahrida di Jalan Sunan Kudus, Mbok nasilah menyuguhkan rokok temuannya untuk para kusir yang sering mengunjungi warungnya. Kebiasaan nginang yang sering dilakukan para kusir mengakibatkan kotornya warung Mbok Nasilah, sehingga dengan menyuguhkan rokok, ia berusaha agar warungnya tidak kotor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pada awalnya ia mencoba meracik rokok. Salah satunya dengan menambahkan cengkeh ke tembakau. Campuran ini kemudian dibungkus dengan klobot atau daun jagung kering dan diikat dengan benang. Rokok ini disukai oleh para kusir dokar dan pedagang keliling. Salah satu penggemarnya adalah Nitisemito yang saat itu menjadi kusir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Nitisemito lantas menikahi Nasilah dan mengembangkan usaha rokok kreteknya menjadi mata dagangan utama. Usaha ini maju pesat. Nitisemito memberi label rokoknya "Rokok Tjap Kodok Mangan Ulo" (Rokok Cap Kodok makan Ular). Nama ini tidak membawa hoki malah menjadi bahan tertawaan. Nitisemito lalu mengganti dengan Tjap Bulatan Tiga. Lantaran gambar bulatan dalam kemasan mirip bola, merek ini kerap disebut Bal Tiga. Julukan ini akhirnya menjadi merek resmi dengan tambahan Nitisemito (Tjap Bal Tiga H.M. Nitisemito).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bal Tiga resmi berdiri pada 1914 di Desa Jati, Kudus. Setelah 10 tahun beroperasi, Nitisemito mampu membangun pabrik besar diatas lahan 6 hektar di Desa jati. Ketika itu, di Kudus telah berdiri 12 perusahaan rokok besar, 16 perusahaan menengah, dan tujuh pabrik rokok kecil (gurem). Diantara pabrik besar itu adalah milik M. Atmowidjojo (merek Goenoeng Kedoe), H.M Muslich (merek Delima), H. Ali Asikin (merek Djangkar), Tjoa Khang Hay (merek Trio), dan M. Sirin (merek Garbis &amp;amp; Manggis).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sejarah mencatat Nitisemito mampu mengomandani 10.000 pekerja dan memproduksi 10 juta batang rokok per hari pada tahun 1938. Kemudian untuk mengembangkan usahanya, ia menyewa tenaga pembukuan asal Belanda. Pasaran produknya cukup luas, mencakup kota-kota di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan bahkan ke Negeri Belanda sendiri. Ia kreatif memasarkan produknya, misalnya dengan menyewa pesawat terbang Fokker seharga 200 gulden saat itu untuk mempromosikan rokoknya ke Bandung dan Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ambruknya rokok kretek Bal Tiga dan Munculnya Pesaing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Hampir semua pabrik itu kini telah tutup. Bal tiga ambruk karena perselisihan diantara para ahli warisnya. Munculnya perusahaan rokok lain seperti Nojorono (1940), Djamboe Bol (1937), Djarum (1950), dan Sukun, semakin mempersempit pasar Bal Tiga ditambah dengan pecahnya Perang Dunia II pada tahun 1942 di Pasifik, masuknya tentara Jepang, juga ikut memperburuk usaha Nitisemito. Banyak aset perusahaan yang disita. Pada tahun 1955, sisa kerajaan kretek Nitisemito akhirnya dibagi rata pada ahli warisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ambruknya pasaran Bal Tiga disebut sebut juga karena berdirinya rokok Minak Djinggo pada tahun 1930. Pemilik rokok ini, Kho Djie Siong, adalah mantan agen Bal Tiga di Pati, Jawa Tengah. Sewaktu masih bekerja pada Nitisemito, Kho Djie Siong banyak menarik informasi rahasia racikan dan strategi dagang Bal Tiga dari M. Karmaen, kawan sekolahnya di HIS Semarang yang juga menantu Nitisemito.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pada tahun 1932, Minak Djinggo, yang penjualannya melesat cepat memindahkan markasnya ke Kudus. untuk memperluas pasar, Kho Djie Siong meluncurkan produk baru, Nojorono. Setelah Minak Djinggo, muncul beberapa perusahaan rokok lain yang mampu bertahan hingga kini seperti rokok Djamboe Bol milik H.A. Ma'roef, rokok Sukun milik M. Wartono dan Djarum yang didirikan Oei Wie Gwan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Perusahaan rokok kretek Djarum berdiri pada 25 Agustus 1950 dengan 10 pekerja. Oei Wie Gwan, mantan agen rokok Minak Djinggo di Jakarta ini, mengawali bisnisnya dengan memasok rokok untuk Dinas Perbekalan Angkatan Darat. Pada tahun 1955, Djarum mulai memperluas produksi dan pemasarannya. Produksinya makin besar setelah menggunakan mesin pelinting dan pengolah tembakau pada tahun 1967.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Di era keemasan Minak Djinggo dan di ujung masa suram Bal Tiga, aroma bisnis kretek menjalar hingga ke luar Kudus. Banyak juragan dan agen rokok bermunculan. Di Magelang, Solo dan Yogyakarta, kebanyakan pabrik kretek membuat jenis rokok klembak. Rokok ini berupa oplosan tembakau, cengkeh dan kemenyan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Perkembangan industri kretek di daerah di pulau Jawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kretek juga merambah Jawa Barat. Di daerah ini pasaran rokok kretek dirintis dengan keberadaan rokok kawung, yakni kretek dengan pembungkus daun aren. Pertama muncul di Bandung pada tahun 1905, lalu menular ke Garut dan Tasikmalaya. Rokok jenis ini meredup ketika kretek Kudus menyusup melalui Majalengka pada 1930-an, meski sempat muncul pabrik rokok kawung di Ciledug Wetan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sedangkan di Jawa Timur, industri rokok dimulai dari rumah tangga pada tahun 1910 yang dikenal dengan PT. HM Sampoerna. Tonggak perkembangan kretek dimulai ketika pabrik-pabrik besar menggunakan mesin pelinting. Tercatat PT. Bentoel di Malang yang berdiri pada tahun 1931 yang pertama memakai mesin pada tahun 1968, mampu menghasilkan 6000 batang rokok per menit. PT. Gudang Garam, Kediri dan PT HM Sampoerna tidak mau ketinggalan, begitu juga dengan PT Djarum, Djamboe Bol, Nojorono dan Sukun di Kudus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kini terdapat empat kota penting yang menggeliatkan industri kretek di Indonesia; Kudus, Kediri, Surabaya dan Malang. Industri rokok di kota ini baik kelas kakap maupun kelas gurem memiliki pangsa pasar masing masing. Semua terutama pabrik rokok besar telah mencatatkan sejarahnya sendiri. Begitu pula dengan Haji Djamari, sang penemu kretek. Namun riwayat penemu kretek ini masih belum jelas. Dan kisahnya hidupnya hanya deketahui di kalangan pekerja pabrik rokok di Kudus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Museum Kretek adalah nama sebuah museum yang terletak di Kudus, Jawa Tengah. Museum kretek didirikan bertujuan untuk menunjukan bahwa kretek berkembang sangat pesat di tanah jawa khususnya di kota kudus. Di museum ini diperkenalkan mulai dari sejarah tentang kretek hingga proses produksi rokok kretek, mulai dari pembuatan secara manual sampai menggunakan teknologi modern.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Museum Kretek merupakan satu-satunya museum rokok di Indonesia. Di sana juga bisa ditemukan siapa saja tokoh-tokoh yang berperan besar dalam memajukan bisnis rokok di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bangunan dan lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bangunan Museum Kretek yang berdiri di atas areal seluas 2 hektar ini terbilang sangat indah dan megah. Di depannya ada dua bangunan terpisah berasitektur rumah adat Kudus dan surau gaya Kudus. Interior Museum dipenuhi dengan patung-patung dan berbagai macam perlengkapan pembuatan rokok. Patung-patung yang apik itu adalah hasil karya seniman-seniman Kudus, khususnya dari kalangan pendidik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Lokasi Museum ini tak terlalu sulit untuk dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun umum. Kota Kudus terletak 50 km timur Semarang, paling tidak bisa menghabiskan waktu kurang dari satu jam dari Semarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• Museum Kretek, museum yang terletak di Kudus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• Kretek /krɛtɛk/, nama kecamatan di Bantul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• Kretek, nama desa di Paguyangan, Brebes.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;• Kretek, nama desa di Rowokele, Kebumen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dari BOKORMAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Segala sesuatu yang berhubungan dengan sigaret atau rokok selalu kembali ke tembakau sebagai bahan baku utamanya. Tetapi berbeda dari belahan dunia lain, ada sebuah jenis rokok yang 'berbeda'. Berasal dari Indonesia, dengan menggunakan campuran tembakau dan cengkeh, jenis rokok yang berbeda ini disebut 'kretek'. Nama itu, kretek, secara harafiah berarti bunyi kretek-kretek yang memang terjadi apabila orang merokok rokok kretek ini. Bunyi kretek itu disebabkan oleh tambahan cengkeh. Ide untuk mencampurkan cengkeh ke dalam rokok berawal pada akhir abad ke 18 oleh seseorang bernama H.Jamhari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Saat itu ia sedang merasa sakit di dadanya dan diolesinya minyak cegkeh sehingga ia merasa lebih baik. Kemudian ia mempunyai ide untuk menambahkan cengkeh ke rokoknya karena khasiat cengkeh yang ia rasakan. Secara ajaib ia merasakan bahwa sakit dadanya kian lebih membaik karena rokok kreasinya. Sejak saat itu banyak orang mendengar mengenai rokok ajaib ini dan permintaan rokok kretekpun tercipta, hingga saat sekarang pasar rokok Indonesia didominasi oleh rokok kretek. Lepas dari cerita kretek, cerita mengenai sejarah rokok itu sendiri sangat menarik. Tidak mungkin dapat dikatakan kapan tembakau mulai dirokok, Tetapi yang pasti tembakau ditanam oleh suku Maya di Amerika Tengah dan dirokok pada upacara keagamaan. Kebiasaan ini mungkin berawal dari situ, terus ke utara ke Mexico dan peninsula Yucatan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tembakau, daun dari tanaman Nicotana Tabacum, datang di Eropa dari peninsula Yucatan di Mexico pada tahun 1558. Penjelajah awal Dunia Baru, Seseorang berkebangsaan Perancis yang mempopulerkan tembakau, Jean Nicot (1530-1600), dan dari zat yang bernama nikotin yang ditemukan di semua tembakau. Pada waktu itu tembakau dirokok dengan menggunakan pipa, cara yang diadopsi dari orang asli Amerika. Tidak sebelum perang Peninsula (1806-12) di Eropa, ketika merokok dalam bentuk cerutu mulai digemari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pembuatan cerutu dimulai di Inggris pada tahun 1820 dan pada saat yang bersamaan, sigaret muncul sebagai alternatif yang terjangkau dari cerutu. Tetapi tidak sebelum mesin pembuatan rokok diperkenalkan pada abad ke 19 ketika merokok sigaret menjadi populer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-6082688216566410974?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/6082688216566410974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=6082688216566410974' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/6082688216566410974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/6082688216566410974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2008/10/sejarah-rokok_24.html' title='Sejarah Rokok'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SQKisIf07UI/AAAAAAAAABk/5PSeDApyZxA/s72-c/sejarah+rokok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-8139519873820356076</id><published>2008-10-24T21:21:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T21:29:19.632-07:00</updated><title type='text'>Bahan Penolong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SQKgdgjHRzI/AAAAAAAAABU/ubdbY-9DiUk/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 86px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SQKgdgjHRzI/AAAAAAAAABU/ubdbY-9DiUk/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260943743536023346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti disinggung sebelumnya, kretek adalah rokok dengan campuran tembakau dan cengkeh. Tetapi terlepas dari bahan baku utamanya, ada beberapa bahan lain yang menjadikan sigaret kretek itu yang sebut bahan-bahan penolong.&lt;br /&gt;Bahan penolong ini bisa di dapat dari penyedia bahan rokok dan percetakan.&lt;br /&gt;Bahan-bahan tersebut adalah :&lt;br /&gt;• Kertas ambri&lt;br /&gt;Kertas ambri atau kertas rokok, yang merupakan bahan pembungkus campuran tembakau dan cengkeh BSP (Bahan Siap Campur). yang membentuk batang rokok. Kertas ini terbuat dari selulose dan bisa menggunakan zat tambahan untuk menjaga warna putih, membentuk abu yang baik dan menjaga pembakaran yang baik. Pelekat sideseam, yang merupakan pelekat kertas rokok yang digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. Kertas ambri  ini sangat di perlukan untuk semua jenis rokok kecuali Rokok Klobot yang pembungkusnya terbuat dari daun jagung dan Cerutu yang pembungkusnya dari daun tembakau yang di keringkan. biasanya di antara ujung hisap dan badan rokok terdapat cap khas masing-masing pabrik.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran kertas ambri untuk kretek Disesuaikan dengan ukuran batang rokok tetapi hanya selisih beberapa millimeter antar pabrikan kretek. Beberapa pabrik ternama, untuk daerah bakar batangan terdapat logo atau tulisan khas perusahaan masing-masing, tulisan tersebut sangat samar sekali dengan cara di emboss sehingga menambah penampilan yang menarik. Karena system emboss harus dengan minimum order dan Semakin pesatnya teknologi percetakan, beberapa pabrik menengah dan kecil menghiasi kertas ambri tersebut dengan tinta food great yang penampilannya akan lebih bagus dan mirip di emboss.&lt;br /&gt;Dalam satu batang rokok di perlukan 1 lembar kertas ambri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kertas Tipping&lt;br /&gt;Kertas ini sebagai pembungkus Filter yang terdapat dalam rokok jenis filter, baik filter leguler maupun jenis mild. Tipping ini berbentuk roll panjang kurang lebih 6000 meter dalam satu rol.Jika  dalam rokok Kretek Ambri biasanya di celup dalam komposisi chaos khusus ambri Tapi di Roll tipping filterini sudah ada yang manis dari pabriknya. Tiping khusus rokok mild saat ini terdapat bolong yang sangat kecil yang berfungsi untuk fentilasi agar supaya tar dan nikotin yang terhisap akan jauh lebih kecil. Dalam salah satu rokok mild terkenal dengan nama Laser. Jendela ini yang akan mendukung mengurangi kadar tar dan nikotin yang terhisap selain tembakau olahan yang memang sudah kadar nikotin rendah. Kertas tipping, yang merupakan kertas pembungkus filter yang menjangkau sampai ke batang rokok. Kertas tiping merupakan pengikat antara batang rokok dan batang filter, terbuat dari fiber selulose dan mungkin dilapisi oleh zat kimia. Pelekat juga digunakan untuk melekatkan kertas tipping ke batang filter dan batang rokok. Tinta monogram, yang digunakan untuk mencantumkan merek rokok.Ada beberapa produk yang mereknya dicantumkan di kertas tipping dan ada juga beberapa yang di kertas rokok.&lt;br /&gt;Dalam satu batang rokok di perlukan 1 potong kertas tipping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Filter&lt;br /&gt;Filter, yang dihubungkan ke batang rokok untuk menangkap sebagian partikel yang ada di asap rokok sehingga mengurangi kadar tar dan nikotin di asap rokok yang dihisap, seperti yang diukur oleh standar tes mesin rokok. Filter itu sendiri terbagi dari empat bagian, tow (rangkaian selulose asetat sebagai badan filter), plasticizer (zat pelunak untuk mengikat filter), plug wrap (kertas pembungkus fiber filter) dan pelekat (sebagai pelekat plug wrap).&lt;br /&gt;Filter adalah penyaring yang utama yang terdapat dalam ujung sedot rokok berjenis kretek filter, Mild maupun putihan. Ini yang membedakan antara rokok kretek, klobot, cerutu dengan rokok jenis filter. Mungkin anda bisa bayangkan perbedaan kadar tar nikotin yang terdapat dalam asap rokok jenis kretek dengan rokok jenis filter. Dalam satu batang rokok di perlukan 1 potong filter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Grenjeng atau Alumunium Foil&lt;br /&gt;Kertas ini selain untuk penampilan juga berfungsi untuk melindungi aroma  rokok agar tidak cepat hambar dan lembab. Tapi tidak semua rokok memakainya dengan alasan masing-masing.&lt;br /&gt;Contoh rokok yang memakai alumunium foil ini adalah Sampoerna Hijau. Sedangkan untuk rokok yang tidak memakainya adalah 234.  Alumunium foil di pakai oleh semua jenis rokok filter baik Filter Mild maupun Filter Reguler.&lt;br /&gt;Dalam satu bungkus rokok memerlukan satu lembar Alumunium Foil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Plastik Dalam&lt;br /&gt;Plastik ini berfungsi seperti kertas grenjeng,untuk mengamankan batang rokok dari lembab air juga untuk membungkus aroma agar tidak cepat hambar. Plastikini  dapat di pakai sebagai alternative selain grenjeng. Contoh pemakai plastic ini adalah Djarum 76, Sejati dll.&lt;br /&gt;Dalam satu bungkus rokok memerlukan 1 lembar plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Etiket&lt;br /&gt;Kertas ini adalah identitas dari semua jenis barang, tidak hanya di produk rokok. Tetapi khusus produk rokok di pasang setelah alumunium Foil atau plastik, fungsinya adalah sama yaitu untuk identitas  warna, Tulisan, lambang, peringatan pemerintah dll. Ukurannya tergantung dari masing-masing merek dagang, dan terpengaruh sangat besar dari ukuran batang dan  jumlah batang. Jenis etiket dipakai untuk estetika atau penampilan rokok tersebut agar lebih menarik pembeli.&lt;br /&gt;Etiket terbagi atas dua jenis, yaitu Hard pack, misalnya Gudang Garam Internasional, Sampoerna Mild, semua jenis mild  dan jenis ke dua adalah  Soft pack, misalnya 234, Djarum Coklat.&lt;br /&gt;Khusus untuk pemakai Hard pack, diperlukan lidah di dalamnya  yang berfungsi sebagai penopang bungkus rokok agar terlihat kokoh dan padat.&lt;br /&gt;Dalam satu bungkus rokok memerlukan 1 lembar etiket dan 1 buah Lidah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Plastik OPP&lt;br /&gt;Plastik  ini adalah pelindung bagian luar dari bungkus rokok berfungsi untuk melindungi rokok dari air. Tidak semua merek rokok memakai plastic ini tapi khusus jenis rokok filter sedangkan pemakai Hard Pack harus memakai Plastik OPP. Merek yang tidak memakai OPP adalah 234.&lt;br /&gt;Dalam satu bungkus rokok memerlukan 1 lembar OPP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Doos Press&lt;br /&gt;Doospress adalah wadah untuk pak rokok sebelum di pasarkan, umumnya 1 doospress terisi 10 atau 20 pak rokok, fungsinya adalah selain untuk pengepakan bungkus rokok juga adalah sebagai pelindung pak rokok di pasaran. Biasanya Dosspress hampir mirip dengan pak rokoknya yang mencerminkan identitas rokok tersebut.&lt;br /&gt;Untuk 1 Doss Press dapat memuat 10 atau 20 pak rokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kertas Bal&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis kertas bal tapi secara global terbagi atas dua  jenis, kertas ber plastic dan kertas tidak ada plastiknya. Tetapi semua mempunyai fungsi yang sama, kebanyakan untuk pabrik kecil mereka memakai kertas reject dari pabrik semen.&lt;br /&gt;Satu Kertas bal memembungkus  10-20 slove rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kardus&lt;br /&gt;Tidak semua pabrikan memakai kardus ini terutama pabrik kecil dan menengah. Karena pabrikan besar mempunyai kapasitas uang besar dengan memakai kardus akan mempermudah pendistribusian rokok.&lt;br /&gt;Satu Kardus memuat 4 atau 8 bal rokok.&lt;br /&gt;Gambaran perhitungan bahan penolong ini secara global  dan akan berguna untuk penentuan harga pak rokok atau HPP untuk perusahaan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Batang Pak Slove Bal&lt;br /&gt;Batang  1     12   120  2400&lt;br /&gt;Pak       12     1     10     200&lt;br /&gt;Slove  120   10      1        20&lt;br /&gt;Bal   2400 200   20          1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 batang memerlukan berat 2 gr-2.3 gr tembakau BSP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti saya lengkapi dengan fotonya ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembakau, chaos, cengkeh, ambri, gilingan, kertas pack, plong, kain gilingan, tong, ember, kursi,meja, lem, kotak rokok, alat packing,kertas bal, Grenjeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-8139519873820356076?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/8139519873820356076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=8139519873820356076' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/8139519873820356076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/8139519873820356076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2008/10/bahan-penolong.html' title='Bahan Penolong'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SQKgdgjHRzI/AAAAAAAAABU/ubdbY-9DiUk/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1395449302694801212.post-3633559933680799747</id><published>2008-10-16T23:07:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T23:12:56.831-07:00</updated><title type='text'>Haruskah?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SP1yzvAGquI/AAAAAAAAABE/mkiJZaPDKho/s1600-h/Voting.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SP1yzvAGquI/AAAAAAAAABE/mkiJZaPDKho/s320/Voting.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259486172954405602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Blog ini sengaja saya buat untuk lebih memahami seluk beluk rokok. Cara pembuatan, alat dan bahan yang musti di siapkan, kalkulasi, komposisi tembakau dan komposisi lengkap chaos, sejarah rokok dan bagaimana rokok bermula dan pro-kontra yang terjadi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Blog ini sangat membantu bagi pengusaha rokok sebagai bahan inspirasi mengenai rasa baru, unik dan menjanjikan karena serangkaian rumus dan kalkulasi ini telah terbukti dapat di terima dan di minati oleh masyarakat dan pernah mencapai total penjualan 2000 bal perhari atau 400.000 pak perhari atau 4.800.000 batang perhari karena kualitas campuran yang balance, bermutu dan tidak meninggalkan aroma asli tembakau.&lt;br /&gt;Blog inipun dapat membantu anda menilai dan memahami bagaimana rokok di ciptakan, lebih banyak maslahat atau manfaatkah rokok. Anda yang memutuskan dan menilainya.&lt;br /&gt;Satu pertanyaan penting... mengapa komposisi ini tidak pernah ada bahkan tidak akan pernah ada di dunia maya sekalipun? padahal begitu banyak pabrik rokok yang ada di Indonesia?&lt;br /&gt;Ya.. karena kompisisi ini sangat rahasia,dan mahal harganya, jika anda benar-benar menekuni, memahami dan mengikuti langkah demi langkah sesuai yang saya tulis, tentunya anda dapat menjadi pengusaha baru di bidang ini.&lt;br /&gt;Blog selengkapnya telah saya persiapkan dan siap untuk OnLine, tetapi saya ingin anda yang memutuskan, apakah layak atau tidak rumus-rumus ini saya sajikan dengan gratis dan transparan... Blog sebenarnya akan OnLine setelah ada 100 orang pemberi komentar di bawah ini.&lt;br /&gt;Semoga dapat bermanfaat untuk semua pihak....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1395449302694801212-3633559933680799747?l=clubnicotine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clubnicotine.blogspot.com/feeds/3633559933680799747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1395449302694801212&amp;postID=3633559933680799747' title='40 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/3633559933680799747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1395449302694801212/posts/default/3633559933680799747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clubnicotine.blogspot.com/2008/10/haruskah.html' title='Haruskah?'/><author><name>Asap... Asap</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SVB7RpFcEGI/AAAAAAAAAEI/fi9I3LEo5ME/S220/bohlam.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8roGNgfa8AA/SP1yzvAGquI/AAAAAAAAABE/mkiJZaPDKho/s72-c/Voting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>40</thr:total></entry></feed>
